RSS

DIMENSI WAKTU DALAM DZIKIR

27 Nov

Dimensi Waktu Dalam Dzikir

Oleh: 4 _r d h i_ 4

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu pembaca yang disayangi Allah, Semoga e-mail ini menjumpai pembaca sekalian dalam keadaan sehat dan iman yang tinggi,

Saya belajar banyak sekali dari kearifan Almarhum Cak Nur (Nurcholish Madjid), salah satunya adalah soal dimensi waktu dalam berdzikir. Semoga ini menjadi amal jariyah yang mendatangkan pahala yang tidak berkesudahan kepada beliau.

Seperti yang dilakukan oleh sebagian besar dari kita, sesudah melaksanakan shalat kita akan berdzikir sejenak dengan melantunkan kalimat Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar sebanyak masing-masing 33 kali yang ditutup dengan kalimat tauhid, Laa ilaha ilallah. Saya juga dulu melakukan hal ini tetapi ada kegersangan sampai saya belajar dari Cak Nur dengan memasukkan dimensi waktu ke dalam dzikir tersebut.

Beliau mengajarkan untuk merenungkan masa lalu sebelum kita membaca Subhanallah, Maha Suci Allah dari segala buruk sangka terhadap rencanaNya. Dengan memikirkan hal ini, kita tidak akan menyesali apapun yang telah berlaku terhadap kita, karena rencana Allah Maha Sempurna adanya.

Pada saat melantunkan Alhamdulillah, sebetulnya hal ini terkait dengan masa kini. Segala Puji bagi Allah atas segala nikmat dan rahmatNya yang tak terhingga hingga saat ini.

Allahu Akbar memberikan rasa optimisme pada kita untuk menghadapi masa yang akan datang. Sebesar apapun persoalan yang akan kita hadapi, kita memiliki keyakinan bahwa Allah jauh lebih besar dari persoalan itu sendiri. Dengan menyandarkan diri pada Allah, insha Allah jalan keluar akan diberikan.

Terakhir, Laa ilaha ilallah, merupakan kalimat yang membebaskan. Membebaskan kita dari rasa takut kepada apapun, karena kita hanya takut pada Allah.

Demikianlah dimensi waktu dalam berdzikir, masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Semoga bermanfaat.

Allah is sufficient for me, none has the right to be worshipped but He, in Him I put trust and He is the Rabb of the Mighty Throne (QS 9:129)

 

23 responses to “DIMENSI WAKTU DALAM DZIKIR

  1. GUNAWAN

    27 November 2011 at 10:05 AM

    PERTAMAX

     
  2. laskar lembu suro

    27 November 2011 at 10:40 AM

    aslkm met siang semua

     
  3. Suma/amus

    27 November 2011 at 11:35 AM

    Hadir

     
  4. Boedi Alwa

    27 November 2011 at 11:46 AM

    Nyimak

     
  5. Joe chan

    27 November 2011 at 12:38 PM

    Salam rahayu sedulur semua

    ijin nyimak pak 4_rdhi_4
    Mantaap pencerahannya sangat bermanpaat bgi sya yg sedang menata diri.

     
  6. Al-semar ,

    27 November 2011 at 1:22 PM

    Hadir.. Nyimak.. Siang,

     
  7. MBAH JATI

    27 November 2011 at 3:37 PM

    Siip mas ardhi, informasi buat sedulur silahkan klik http://www.digie.co.id/MBAH_JATI semoga bermanfaat. Salam Damai.

     
  8. harmanto

    27 November 2011 at 6:01 PM

    sungguh ilmu yg sngat berharga bg kami dengan pencerahanx,moga kami bs menjalankanx

     
  9. ***_nurcahyo_***

    27 November 2011 at 7:53 PM

    taklim sesepuh………amiiiiiiin

    http://ilmurahasiapemanggiluang.wordpress.com

     
  10. klenthing

    28 November 2011 at 9:12 AM

    Salam rahayu..
    Sungkem Buat sesepuh ES
    nyimak mas ardhi bgus ini pemahaman dri
    masa lalu masa kini dan masa dpn..
    Lupakan masa lalu,jangan terikat masa skrang,
    jngan terlalu berharap masa dpn yg belum dijalani. artinya tidak bermain pkrn melambungkan angan yang ujung2nya berandai andai dan jg membuang ketakutan jg rasa pesimis hadapi hari esok…
    “AKU selalu mengikuti persangkaan hambaKU”
    nuwun..

     
  11. Yudistiro

    28 November 2011 at 12:13 PM

    Assalamualaikum,…
    Ijin nyimak Kang Ardhi,

     
  12. Zenki

    28 November 2011 at 6:35 PM

    Artikel yg mantap ha…Ha ^_^ mengingatkan sy dulu dan sekarang ^_^.

     
  13. abdullah...(sahru siam)

    29 November 2011 at 8:30 PM

    absen malem kang….

    Monggo dilanjut….

     
  14. Liku Liku

    2 Desember 2011 at 6:20 AM

    Mas 4_rdhi_4,
    Trims dg Pencerahannya. Smga menjadi ilmu yg bermanfaat.
    W.w.w.

     
  15. wong cilacap

    2 Desember 2011 at 1:26 PM

    pada intinya apapun itu ruang dan waktu, sewaktu dzikir kita harus ikhlas sehingga efeknya langsung terasa banget minimal bikin hati tenang. Nah ikhlas menurut saya yaitu sederhananya seperti buang hajat besar atau buang air kecil. Menuangkan tapi tidak diingat ingat lagi. Misalnya habis ngamalin ini atau itu…. seiring dengan waktu loh kok dah seminggu ga ngepek atau ga terasa yach…. nah hal sperti itulah yang harus dibuang jauh jauh. Yang bagus itu ya itulah seperti BAB. ga diingat ingat lagi amalan kita…..gitu gan… lams perseduluran semuanya….

     
  16. soscommunity

    12 Desember 2011 at 12:46 PM

    informasi cukup MENARIK.
    Semoga semakin maju dan lebih sukses lagi.
    kalau ada waktu jangan lupa silahkan,
    KUNJUNGI : SOSCOMMUNITY yang siap membantu segalanya terutama
    PENANGGULANGAN KEBAKARAN:

    Informasi lebih maju silahkan MELIHAT :
    http://soscommunity.org/index.php?option=com_content&view=frontpage&Itemid=58
    Terimakasih

    CALL : 031 853 8830
    E-MAIl : soscommunity1@gmail.com

     
  17. dadang hermansah

    6 Oktober 2012 at 12:28 PM

    Terima kasih ki wejangannya

     
  18. denter den

    6 November 2012 at 11:15 PM

    absen

     
  19. Hartono Anwar

    20 November 2012 at 1:31 PM

    Bagus sekali atas pencerahannya ilmu yg didapat dari nur cholis…..syukron

     
  20. yadi

    26 Januari 2014 at 9:43 AM

    Hadir ………. Nyimak ………siang

     
  21. syaiful Hidayat

    13 September 2014 at 7:49 AM

    hakekat berdzikir sangat bermanfaat, kebanyakan muslim awam berdzikir hanya sebagai ritual saja begitu pun saya sblm membaca posting ini.
    terimakasih

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: