RSS

JALAN MENUJU MA’RIFATULLAH

16 Jun

JALAN MENUJU MA’RIFATULLAH

Oleh Ki Abduljabbar

Segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini sudah sesuai dengan kodrat iradat Allah ta’ala yang terangkum dalam afalullah, sifatullah dan kalamullah. Artinya secara hakekat semua yg ada di alam semesta ini termasuk segala turunannya menjadi milik Allah ta’la dan Allah memberikan kepada manusia sebagai sarana ibadah. Artinya jika Anda memiliki suatu ilmu secara harafiahnya Anda boleh mengaku itu ilmu Anda, sebagaimana Allah ta’ala menurunkan manusia melalui kedua orang tua, maka orang tua boleh mengatakan itu sebagai anaknya. Tetapi semua itu hanya hak pakai, sebegaimana Anda memiliki rumah dgn status HGB (Hak Guna Bangunan) atau tanah dengan status HAK PAKAI, sehingga suatu saat pemilik yg haq tsb meminta kita harus ihklas memberikannya.

Pada waktu baginda Rasulullah SAW diberitahu oleh Jibril a.s, bahwa cucu nabi Hussain a.s akan gugur di Padang Karbala, Iraq karena pengkhianatan konspirasi jahat untuk menghabisi keturunan nabi salallahu alaihi wassalam, maka beliau sempat menitikkan air mata. “Siapapun yang memusuhi keturananku (ahlul bait), tidak akan memperoleh safaat-ku” sabda Rasulullah kepada jamaah pada sholat subuh tsb. Artinya Bagindapun tidak ada kuasa untuk menolaknya.

Hal yang menarik di sini, adalah salah satu sisi Allah ta’ala memberikan barokah dan musibah satu sisi lain Allah memberikan kepada manusia untuk tetap berikhtiar dan berusaha agar mudah bagi manusia menjalani hidup di dunia ini. Di sini saya kutipkan tulisan dari blog pengembarajiwa.wordpress yg sangat menarik untuk kita kaji bersama.

Di dalam suatu dalil dikatakan bahwa :

“Awwaluddin Ma’rifatullah” (Awal mula seseorang itu beragama, ialah mengenal akan Allah)”.

Dimana seseorang itu wajib hukumnya untuk mengenal akan Allah sebagai langkah awal menuju kesempurnaan beragama. Tanpa mengenal Allah maka Ibadah apapun yang dilakukan bagaimana mungkin bisa dikatakan sampai sedangkan Tujuan nya saja tidak diketahui. Karena itu sangatlah penting sekali pengenalan akan Allah itu di dalam kehidupan ini. Dengan Mengenal akan Allah maka akan dirasakannya Manis Lezatnya ke imanan, dirasakan khusyuknya dalam Amal Ibadah serta Ketenangan Jiwa akan mengalir di dalam dirinya. Menjadikan Pribadi yang ikhlas, sabar, tawakkal serta Ridho dalam menjalani Hidup. Tentu tiada kebahagiaan yang melebihi daripada kebahagiaan para Arif billah/orang yang mengenal akan Allah

Seandainya Allah Swt membukakan akan rahasia keagungan para Arif billah, maka niscaya orang-orang akan tercengang dan terheran-heran serta takjub dibuatnya. Karena Nur yang meliputi diri para Arif billah itu akan memancar menembus sampai ke langit ketujuh. Karena itu lah Allah menutup akan diri para kekasih-kekasihNya itu, sehingga tidak ada yang mengetahui tentang dirinya melainkan hanya Allah dan mereka-mereka yang sama-sama telah sampai pada maqom Ma’rifatullah tsb.

Adapun Manusia-manusia itu untuk sampai kepada pengenalan akan Allah (Ma’rifatullah) maka terlebih dahulu ia haruslah mengenal dirinya yang sebenar-benarnya.

“Man ‘Arofa Nafsahu faqod ‘Arofa Robbahu” (Barang siapa yang mengenal akan dirinya yang sebenarnya niscaya kenal lah ia akan Allah).

Dan tahapan-tahapan yang harus dilalui adalah :

  1. Menundukkan Hawa Nafsu dengan memerangi kesyirikan, kekufuran, kemunafikan, kefasikan dan kemurtadan yang ada di dalam diri dengan menjauhi kesombongan, keingkaran terhadap kebenaran, kebodohan dan ketidak pedulian tentang kebenaran.
  2. Apabila ia telah berhasil di dalam memerangi Hawa Nafsunya tadi maka ia akan di anugrahi Hidayah/petunjuk kepada jalan yang di Ridhoi Allah Swt yaitu jalan menuju kepada Kebenaran Hakikat Muhammad Rosulullah Saw, serta dilengkapi ia dengan sifat-sifat Muhammad Rosulullah Saw yaitu Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathonah serta menjadikan ia Sami’na wa atho’na.
  3. Apabila ia tetap Istiqomah pada tahapan ke-1 dan ke-2 itu maka ia akan disesuaikan oleh Allah Swt dengan Hukum Sunatullah yang berlaku di dalam kehidupan ini. Maka tetapkanlah kesabaranmu di dalam Hukum Allah Swt itu. (Tawakkal/berserah diri kepada Allah dengan meyakini bahwa apa yang terjadi atas dirinya, itu semua Qudrat Iradat Allah Swt semata). Bersabarlah! Dan pasrahkanlah dengan sebenar-benarnya, dan berlaku kasih sayanglah kepada sesama Saudara Mu’min serta menjadilah Rahmat bagi Makhluk Allah Swt yang lain. Tetapi ingatlah!!!, sesungguhnya banyak di antara orang Mu’min Hamba-hamba Allah itu yang terlena di dalam tahapan ini, artinya mereka yang takjub dan hilang kesadaran dirinya karena sangat mempesonanya keindahan-keindahan dan kemuliaan-kemuliaan Allah Swt yang dinyatakan/ditampakkan oleh Allah berupa karomah-karomah membuat ia lupa akan Allah Swt yang menganugrahkan kelebihan-kelebihan itu sehinggan Karomah itulah yang menjadi maksud dan tujuannya. Lalu lupa ia kepada tujuan yang sebenarnya yaitu Allah Swt yang menurunkan Karomah itu. Maka jatuhlah ia kepada jurang kefasikan, kembali dikuasai oleh Hawa Nafsunya. “Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah………….”. Berhati-hatilah di dalam tahapan ini!!!!, tidak ada seorangpun yang selamat dalam tahapan ini melainkan mereka yang benar di dalam memasrahkan segala sesuatunya kepada Allah Swt, sehingga jadilah Allah sebagai penolongnya dan hanya Allah lah sebaik-baik penolong bagi orang-orang Mu’min.
  4. Kemudian apabila ia telah sampai kepada tahapan itu dengan selamat dan ia senantiasa di dalam kesabaran serta selalu berhati-hati di dalam Musyahadahnya (Penyaksiannya), maka akan tersingkaplah segala Kebenaran Hakikat Muhammad Rosulullah Saw dengan sendirinya tanpa ia memaksakan kehendaknya untuk menyingkap tirai itu. Artinya ; Kebenaran Hakikat Muhammad Rosulullah Saw itu sendiri yang akan datang menjemputnya untuk di bawa naik (Mi’raj) menuju Alam yang tiada Batas dan dihampirkannnya kepada Kebenaran yang membawa Rahmat yaitu Nurun Ala Nurin sumber segala hakikat-hakikat yang ada termasuk Hakikat Diri atau Hakikat Muhammad. Lalu timbul lah kecintaan yang amat sangat dalam kepada Muhammad Rosulullah Saw, rindu yang tiada habis-habisnya dan diwujudkannya di dalam gerak dan diamnya dengan Sholawat dan puji-pujian kepada Rosulullah Saw. Kecintaannya yang sangat dalam kepada Rosulullah Saw terasa nikmat sekali dirasakannya, sehingga tiada nikmat apapun yang dapat menyamai kenikmatan cinta Rosulullah Saw. Racun kerinduan rela dan ikhlas diminumnya karena kemabukkannya tiada bandingannya. Kemabukkan cinta itulah yang mengahantarkan dirinya kepada Robbul Izzati untuk berkasih-kasihan memadu cinta yang telah lama terpendam.

Dengan tahapan-tahapan itu akan sampai lah ia kepada Memandang Zat Maha Mutlak yang tiada tara keagungan dan kebesaran-Nya, yang Esa dalam ke Esa annya, dimana segala sesuatu bergantung kepada-Nya, tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tiada satupun yang menyamai-Nya.

Ketika para Pecinta Allah sudah asyik di dalam pandang memandang, maka Allah akan mendudukan ia pada “Maqom Muroqobah” sebagai jalan terbukanya Tirai “Kebenaran Hakiki/Mukassyafaturrobbani”. Itulah Akhir dari pada pengembaraan dan perjalanan dan Itulah Puncak segala Puncak kenikmatan dan kebahagiaan.

Maka sampailah ia kepada Hakikat di atas Hakikat yaitu Zat Maha Mutlak yang tidak bisa di ganggu gugat dari segala apa pun tentang diri-Nya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Asyhadu Anlaa ilaa ha illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadurrosulullah.

 

22 responses to “JALAN MENUJU MA’RIFATULLAH

  1. Thanmust thepos

    16 Juni 2011 at 11:53 AM

    Mantaps Ki Abdul Jabbar, pencerahannya.
    Monggo dilanjut

     
  2. Kamarul Zaman

    16 Juni 2011 at 12:25 PM

    Assalamu’alaikum salam wr wb Ki Abdul Jabbar dan Sedulur-Sedulur Bolo Sejati yg di Rahmati Allah swt

    Absen Siang dan izin menyimak artikel / pencerahan Ki Abdul Jabbar

     
  3. radja gludug

    16 Juni 2011 at 12:57 PM

    hadir ki guru, absen ciang ciang, mantaaff pol, siiplah

     
  4. SI:GEDIG:BONDOWOSO

    16 Juni 2011 at 1:02 PM

    assalamualaikum wr wb…….
    absen hadir selamat siang bolo sejati salam DAMAI SEJAHTRA SELALU,,,
    buat para sesepuh and para guru sejati salim sungkem selalu biar dapat berkahnya he…heee……
    @KI Abdul Jabbar.
    @KI Ageng JJ
    @Ustadz Hassan As`ad
    @Abah Parakan

    @ALL PARA BOLO SEJATI SALAM PERSAUDARAAN SEJATI MENJALIN SILATURAHMI ..

     
  5. abah parakan

    16 Juni 2011 at 1:26 PM

    assalammu’alaikum…. Pencerahan yg luar biasa..di lanjut ki abdul jabbar..top markotop..

     
  6. mutiaraumat

    16 Juni 2011 at 1:31 PM

    ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB. KI ABDUL JABBAR… SEBELUMNYA SAYA UCAPKAN BANYAK TERIMAKASIH ATAS JAWABAN2 YG KI ABDUL BERIKAN,LEWAT KONSULTASI… SAYA MAU NANYA KI,.. INI SOAL AMALAN SHOLAWAT WAHIDIYAH YG BERPUSAT DI KEDUNGLO ,KEDIRI,JATIM… MENURUT MUALLIFNYA, DGN MENGAMALKAN SHOLAWAT TERSEBUT ,KITA BISA WUSHUL KPD ALLOH SWT WA ROSULLIHI SAW.. DENGAN WAKTU YG RELATIF SINGKAT… BAGAIMANA TANGGAPAN KI ABDUL MENGENAI HAL INI???

     
  7. Asgar

    17 Juni 2011 at 8:23 AM

    Absen pagi salam salim @all bolosejati ..artikel nya bagus sekali @km ki abduljabbar..

     
  8. Ki Ageng JJ

    17 Juni 2011 at 8:28 AM

    Mantab Ki Abdul Jabbar,
    pencerahannya.
    Monggo dilanjut

     
  9. SI:GEDIG:BONDOWOSO

    17 Juni 2011 at 2:30 PM

    absen siang sambil menyimak selalu
    @KI Abdul jabbar salam salim sungkem penuh hormat buat mbahku nih.?…
    @KI Ageng JJ salam pamuji rahayu ki?…..

    @ALL PARA BOLO SEJATI salam paseduluran yang sejati

     
  10. MasterMind

    17 Juni 2011 at 6:31 PM

    salam kenal dari saya. . . .
    Ijinkanlah saya menimba ilmu dan menjalin persaudaraan disini. . . .
    Salam persaudaraan. . .

     
  11. Penguasa timur

    17 Juni 2011 at 9:52 PM

    Muantab, nyimak lg…

     
  12. Kelana Jalanan

    17 Juni 2011 at 11:02 PM

    Pencerahan yang elok nian.. Mantap Ki Abdul Jabbar..

     
  13. AzzaM

    18 Juni 2011 at 8:46 AM

    masuk 20 besar….

     
  14. asgar

    18 Juni 2011 at 12:14 PM

    wkwkw telat ya kang azzam

     
  15. Kerta Raharja

    18 Juni 2011 at 3:29 PM

    Assallamualikum.wr.wb

    Mohon ijin kepada para leluhur dan pengasuh blog. Dalam kesempatan ini, sy ingin mengijazahkan sebuah keilmuan beraliran ILMU HIKMAH, bernama ILMU PENGHILANG JEJAK.

    Jika dalam sebuah pertempuran Anda mengalami keterdesak dan memaksa Anda harus mundur, sementara itu musuh tetap mengadakan pengejaran, sudah barang tentu situasi macam ini tidak bisa dibiarkan berlangsung lama.

    Berbagai cara dan upaya harus segera diambil agar segera terbebas dan terlepas dari pengejaran musuh. Yaitu dengan cara :

    -Ambillah segenggam debu yang ada di antara kedua kaki Anda.

    -Kemudian baca ayat di bawah ini :

    KUUNUU HIJAARAH WA AUJASA FII NAFSIHII KHIIFATAM MUUSAA WAJA-’ALNAA MIM BAINI AIDIIHIM SADDAW WAMIN KHALFIHIM SADDAN FA-AGH-SYAINAAHUM FAHUM YUB-SHIRUUN.

    Artinya :

    Jadilah kamu sekalian batu atau Musa merasa takut dalam hatinya. Dan kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

     
  16. Gajah Mada Muda

    18 Juni 2011 at 6:32 PM

    Ass wr wb .
    Slam ta’dzim n’ mnjuro unt sesepuh dan pinisepuh .
    Unt Bolo Sejati salam kenal .

     
  17. Gajah Mada Muda

    18 Juni 2011 at 6:37 PM

    Skalian absen malam , . . .
    Salam persahabatan yang erat 100% iklas bersaudara .

     
  18. Permono Shidiq

    18 Juni 2011 at 9:57 PM

    Alhamdulillah…bisa absen malam…sangat menyentuh babaranya…tks km AJ..

     
  19. Angker Ludiarto El-Bodasyah ALC

    20 Juni 2011 at 9:20 AM

    AWWALU MAKRIFAT AL FIQROH WAL IBROH

     
  20. UdiN Jesbut

    21 Juni 2011 at 6:23 AM

    Nyimak

     
  21. Wahab_chalozy

    15 November 2011 at 7:14 PM

    Asllamualaikum wbrkt…..fuji syukur kehadirat Allah swt,pengusa alam semesta,yng seharusx kta percya atas kekuasaan dan ke arifpanx……Q cman mwu berbgi ilmu dngan sawdara tentang jlan yng d ridhoix.bg sya yng bsa saling menghargai antar sesama,percya akan adax hal gaib yng meliputi yait Allah swt,mengerti dan memaknai dngan akal pikaran tentang untk apa ia di lahirkan dan membuka mata hati dngan kesabaran dan keiklasan dmi menemukan ALLAH swt di dalam dri. Sya minta maaf klo ad slah kta kpda halayak puplik…sya cman ingn berbagi…manusia yng masih tahap rendah dimata ALLAH swt..mohon MasukanX.

     
  22. Hikman..

    31 Oktober 2012 at 12:18 PM

    Pencerahan yg luar biasa

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s