RSS

RETICULAR ACTIVATOR SYSTEM (RAS)

02 Jun

RETICULAR ACTIVATOR SYSTEM (RAS)

Oleh Ki Abduljabbar,  disadur dari beberapa sumber

Artikel ini saya ini adalah untuk menambah penjelasan tentang apa yg pernah saya tulis pada ebook PROVOKASI-PROVOKASI MANTERA, yaitu tentang fungsi OTAK yg berhubungan dengan kemampuan tubuh guna merespon apa-apa yg terjadi pada eksternal tubuh kita. Saya tahu Anda masih struggle (nabrak sana-sini) guna mencari ilmu-ilmu melalui blog-blog lainnya tentang apa yg dapat menjadi pedoman Anda dalam meningkatkan kehidupan Anda atau potensi diri Anda. Sehingga masih banyak yg bingung sehingga waktunya habis hanya untuk copy – paste ilmu-ilmu amalan yg sudah diposting di beberapa blog. Di sini saya akan membabar amalan-amalan tsb dalam hubungannya dengan logika disiplin ilmu otentik dan bukan mistik. Kumpulkan artikel yg pernah saya tulis pada blog ini, karena semuanya ada kaitannya (pada tags INGSUN SEJATI dan MEDITASI).

Letak RAS adalah di batang otak. Gunanya adalah untuk kelestarian Anda. RAS menyaring berbagai impuls informasi yang masuk dari seluruh indra Anda. RAS berusaha mempertahankan keadaan yg ada dan cenderung mengabaikan informasi yg melawan keadaan nyaman tersebut. Namun ada waktunya RAS harus menyerah pada pemilikinya jika kita tahu bagaiman mengendalikannya. Cara mengendalikan RAS adalah dengan KEKUATAN PIKIRAN dan mengontrol pikiran tsb dengan KESADARAN. Sadarilah selalu apakah Anda memiliki kebiasaan yg bermanfaat atau merugikan. Pastikan Anda hanya memiliki pola pikir yang menguntungkan bagi diri sendiri dan orang lain. Rumus untuk sukses jangka panjang adalah: SUKSES = (Fokus + Improvement) x Repetition.

Bahwa mereka yang sukses karena mereka memiliki tujuan hidup yang jelas, mengetahui prioritas, dan mengetahui jelas bagaimana mengejarnya langkah demi langkah.   Pikiran Sadar memiliki kemampuan akses potensi hingga 12%, sedangkan pikiran bawah sadar punya potensi hingga 88%. Dan seseorang bisa mengakses “kekuatan” pikiran bawah sadar jika SAR nya terbuka, atau dengan kata lain jika QOLBUnya tidak mati. Dan SAR bisa terbuka jika Pikirannya Fokus tidak sempit dengan berbagai macam pikiran atau dengan kata lain jika SHODRnya lapang alias tidak sombong.

Subhanallah, ternyata… agar kekuatan tersembunyi kita bisa diakses maka kita harus memiliki :
1. Shodr yang lapang dan diliputi ayat-ayat suci Al-Quran
2. Qolbu yang bersih, tidak buta, dan cenderung kepada akhirat.
3. Fuad yang beriman, Fuad yang sering dibacakan ayat-ayat Al-Quran, sehingga pancaran Cahaya Ruh dariNya bisa “menerangi” jiwa dan semesta kita.

Sekarang Mari kita belajar lebih dalam lagi, yakni tentang Baitullah Jiwa..”dalemannya hati”…
Kami awali dengan pernyataan bahwa MANUSIA dan ALAM SEMESTA itu selaras, atau memiliki kemiripan. Contoh, Dalam Alam Makro terlihat bahwa Thowafnya Bulan adalah mengelilingi Bumi, Thowafnya Bumi adalah mengelilingi Matahari, Thowafnya Matahari adalah mengelilingi Galaksi, Thowafnya Galaksi mengelilingi Super Galaksi dan seterusnya hingga pada akhirnya semua benda di langit Thowaf Mengelilingi Arsy-nya Allah SWT, hanya memusatkan diri dan bertasbih kepada Allah SWT. Subhanallah.

Sedangkan dalam Alam Mikro terlihat Thowafnya para elektron mengelilingi inti atom. Dan dalam Alam SPIRITUAL terlihat Thowafnya manusia mengelilingi ka’bah di kota Mekkah. Dan ada satu keunikan yang kami perhatikan adalah bahwa semuanya memiliki kecenderungan arah berputar yang sama, yaitu ke arah kiri, yakni berlawanan arah jarum jam. Lain itu, dalam hal beribadah, MANUSIA dan BUMI memiliki kecenderungan yang sama. Memiliki orientasi yang sama, yaitu MENYEMBAH Allah dengan cara FOKUS kepada BAITULLAH-Nya.

Pada Bumi, Baitullahnya bernama Ka’bah, berada di kota Mekkah. Nah, lalu dimana letaknya Baitullah yang berada dalam JIWA seorang manusia. Bukankah setiap hari manusia pun melakukan Thowaf melalui sistem SHOLAT. Selain, setiap manusia itu beribadah sholat menghadap ke arah Ka’bah, tapi juga secara perputaran roka’at, sebenarnya seorang manusia yang sedang sholat pun sedang melakukan Thowaf 360 derajat.

Perhatikanlah :
Lihatlah, ternyata satu putaran roka ’at sama dengan 360 derajat. Sehingga, secara tersirat, ketika seseorang itu berputar penuh (360 derajat), maka ada “suatu zat” yang ia jadikan sebagai pusat perputaran. Kami mengatakannya sebagai Baitullah jiwa (dalam buku “Menyingkap Rahasia Hati”, oleh Sudirman Tebba, pustaka irVan, dikatakan bahwa di dalam Fuad ada yang namanya Lubb atau Albab – pen.), dan kalau kita melihat struktur HATI maka Baitullah Jiwa itu peluang terbesarnya terletak di kota FUAD. (Red: baca Ebook Provokasi-provokasi Mantera pada INGSUN SEJATI).
Sholat adalah THOWAF, Thowaf adalah bergerak, bergerak adalah bertasbih. Bumi, Matahari, malaikat, alam semesta semua ber-tasbih (baca : bergerak berputar) fokus kepada Allah SWT. Su-bahanallah lebih tepat diartikan Allah Maha Menggerakkan, apalagi asal kata Subhanallah adalah “sabhan” yang berarti berenang, terapung, dan bergerak dengan cepat.

Itu sebabnya, SHOLAT MAYIT tidak ada Rukuk dan Sujud, karena mayit secara jasadiah sudah tidak bergerak. Itu pula sebabnya, Sholat Gerhana tidak ada sujud, yang ada justru RUKUK dua kali, sehingga membentuk dua kali sudut 90 derajat = 180 derajat atau disebut sebagai garis lurus. Sebab gerhana adalah terjadi ketika adanya garis lurus antara Bumi, Matahari, dan Bulan.
Nah, kembali ke awal, sebagaimana Kota Mekkah, maka “kota Fuad” pun tidak selalu diisi oleh “orang-orang” baik. Tapi apa pun yang terjadi pada kota FUAD, maka Baitullah tetaplah agung dan suci. Walaupun dahulu di sekitar Ka’bah berjejer banyak patung berhala, tentu saja tidak bisa mengurangi kesucian Baitullah, Baitullah tetaplah suci, tak kan terkotori oleh sesuatu yang fana.

Fitrah adalah potensi Anda, nilai diri Anda yang sesungguhnya. Orang yang keluar dari fitrahnya maka ia sudah keluar dari potensinya sebagai manusia, misalkan ia bisa saja berbuat seperti hewan. Dan hewan bukanlah manusia.
Berbicara potensi, berarti kita berbicara tentang energi. Hukum energi mengatakan bahwa tiada energi yang hilang, dan energi selalu mencari titik keseimbangan. Semakin besar energi yang dihasilkan maka semakin besar energi yang dikeluarkan. Setiap nilai usaha tentunya akan menghasilkan produk.

Usaha adalah energi, dan produk adalah energi. Setiap usaha menghasilkan produk yang seimbang dengan kualitas usahanya. Energi menghasilkan energi yang bersesuaian. Dan, agar Anda bisa memberikan energi yang tinggi maka Anda harus memiliki energi yang tinggi; yakni menyerap dan menghasilkan energi yang tinggi juga.

Mari kita perhatikan rumus energi berikut :

Ep = m.g.h.

Dimana Ep adalah Energi Potensial, m adalah massa atau kapasitas, g adalah nilai percepatan untuk gravitasi, dan h adalah nilai ketinggian. Jika Anda ingin memiliki Potensi Diri yang tinggi maka Anda harus memiliki nilai Ep yang tinggi. Agar Anda memiliki nilai Ep yang tinggi maka Anda harus memiliki nilai m, g, dan h yang juga tinggi.

Jika diterjemahkan dalam bahasa kehidupan manusia, maka Ep adalah Potensi Diri atau Nilai Diri (to me), m adalah kemampuan diri yang seharusnya (to be), g adalah visi kebumian atau visi keduniawian (to have), dan h adalah visi ketinggian atau visi spiritualisme (to God).

Menariknya, nilai m dan g memiliki batas maksimal (limited), tetapi nilai h adalah unlimited, tak terbatas. Contoh, seseorang yang meningkatkan kualitas m (to be), maka ia tetap saja tidak mungkin menjadi ahli di segala bidang. Untuk memiliki to be yang maksimal ia harus fokus di titik tertentu. Ronaldinho, pesepak bola bintang yang berposisi sebagai pemain tengah dan penyerang pun akan kelabakan jika disuruh menjadi kiper. Ya, itulah nilai m atau to be, sangat terbatas.

Sedangkan nilai g atau gravitasi pun terbatas. Dalam ilmu fisika, nilai g memiliki kisaran antara 9,8 s.d 10. Artinya, kalau hari ini kita hidup hanya sekedar mengejar g atau visi keduniawian (to have), maka potensi diri kita pun akan sangat terbatas. Kejarlah dunia, maka Anda akan merasa haus dan lapar selamanya. Untuk lebih mantapnya, silakan perhatikan diagram berikut :

Sedangkan nilai h atau ketinggian bersifat tidak terbatas (unlimited). Mungkin saja ada batasnya, wallahu a’lam, tapi yang jelas kita sendiri tidak mengetahui dimana batasnya sebab “saking” sangat tingginya. Nilai h adalah visi spiritualisme atau visi keakhiratan atau visi ketuhanan (to God).

Nah, jika Anda menginginkan nilai Ep Anda OPTIMAL maka Anda harus meningkatkan nilai-nilai ketaqwaan Anda kepada Allah SWT; nilai-nilai ketuhanan Anda. Dan, disinilah fitrah Anda yang sesungguhnya akan ditemukan. Dengan kata lain, Anda akan semakin jauh dari fitrah, kalau Anda lebih fokus mengejar nilai m (to be) dan nilai g (to have) – sebagaimana yang banyak dilakukan manusia ingkar pada umumnya. Mereka mengejar UANG, karena mereka pikir UANG adalah sumber kebahagiaan.

Memang betul, Uang bisa membuat seseorang bahagia, tapi kebahagiaannya bersifat TERBATAS. Saudaraku, mari mulai hari ini kita lebih fokus mencari kebahagiaan yang UNLIMITED – Spiritual Happiness.

Ya, Carilah KEBAHAGIAAN yang UNLIMITED tapi jangan lupakan KEBAHAGIAAN yang LIMITED. Sebagaimana diperintahkan Allah yang dapat kita lihat pada terjemahan Data Suci Q.S. Al-Qososh (28) ; 77. Berikut :

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Berikutnya…..

Ternyata dalam hidup ini ada tiga lingkaran potensi kehidupan; pertama adalah Lingakaran MAMPU, kedua Lingkaran MAU, dan ketiga Lingkaran BENAR. Lingkaran “Mampu” adalah “turunan” dari nilai “Gravitasi” (Mau) nya kita terhadap dunia. Kita bisa mendapatkan apa yang kita “Mau-i” dengan cara meningkatkan “KEMAMPUAN” kita. Lingkaran “Mau” adalah “turunan” dari nilai “Massa” (Kemampuan) kita. Kita bisa meningkatkan KEMAMPUAN kita kalau kita memiliki KEMAUAN. Lingkaran “Benar” adalah “turunan” dari nilai “Tinggi” (Seharusnya). Kita bisa meningkatkan nilai Seharusnya ketika kita tetap berada di jalur yang BENAR.

Agar lebih menarik kami akan sajikan digaram sederhana berikut :

Setiap INSAN memiliki tiga lingkaran potensi ini. Ia akan menjadi kuat jika Ketiga lingkaran ini berpadu. Yaitu tatkala seseorang melakukan sesuatu yang MAMPU ia lakukan, yang MAU ia lakukan, dan yang dilakukannya sesuai dengan nilai2 KEBENARAN.

Namun ketika ketiga lingkaran ini terpisah, alias berdiri masing-masing, atau hanya dua lingkaran yang berpadu, maka seorang manusia tidak akan mempunyai nilai diri (to me) kecuali NOL, yaitu seperti hewan, bahkan lebih buruk lagi. Baiklah, sebelum kami melanjutkannya, mari kita kembangkan diagram di atas menjadi lebih menarik lagi, perhatikanlah.

INSAN yang FITRAH berada pada irisan pertama (irisan yang memadukan ketiga lingkaran potensi diri), dimana ia melakukan sesuatu yang MAMPU, MAU, dan BENAR. Tapi hari ini tidak sedikit juga manusia yang terjebak pada irisan 2,3, atau 4. Irisan kedua menyatakan bahwa seseorang melakukan sesuatu yang MAMPU dan BENAR, tapi ia sendiri ENGGAN (tidak MAU) melakukannya. Ini adalah irisan “paksarela”, yakni melakukan sesuatu yang harus dilakukannya, tapi ia terpaksa (kurang ikhlas) ketika melakukannya.

Irisan ketiga menyatakan bahwa seseorang melakukan sesuatu yang MAU dan BENAR, tapi ia sendiri tidak memiliki KEMAMPUAN untuk melakukannya. Ini adalah irisan “minimalis”, yakni ia akan mendapatkan hasil yang minimal ketika melakukannya, sebab ia melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan KEMAMPUAN nya sehingga energinya terKURAS.

Sedangkan irisan keempat adalah irisan yang paling parah, karena ia melakukan sesuatu tidak berdasarkan nilai-nilai KEBENARAN. Memang dia MAMPU dan dia MAU, tapi dia tidak memperhatikan norma-norma yang berlaku. Kita bisa menyebutnya sebagai irisan “maksiat” atau “Buas”.

Dimanakah posisi kita hari ini berada ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sudahkah kita menjadi manusia 3 in 1?

Wallahu Alam…
Kang Zen

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada 2 Juni 2011 in FAKULTAS INSUN SEJATI

 

13 responses to “RETICULAR ACTIVATOR SYSTEM (RAS)

  1. Kamarul Zaman

    2 Juni 2011 at 2:45 PM

    Assalamu’alaikum wr wb ki Abdul Jabbar

    Luar biasa artikelx,menambah wawasan saya,,,

    Apalagi tentang shalat, tentang Alam yg saling kesinambungan dan tentang kabah dan mengenali diri qt sendiri,,,

    Terimakasih banyak ki,atas ilmux bnr2 luar biasa,,,

     
  2. Ki Ageng JJ

    2 Juni 2011 at 3:09 PM

    Salam rahayu karahayon buat semuanya

    terima kasih ki Abdul Jabbar atas wawasan RETICULAR ACTIVATOR SYSTEM (RAS) tentang sholat.

    pelajaran yg tak kalah dengan keilmuan tingkat tinggi yg memang seharusnya di sikapi dan di pahami oleh dulur dulur semuanya. karena hal ini ada hubunganya dgn keilmuan tingkat tinggi.
    Mantab…….

    monggo di pun lanjuat

     
  3. sanggu

    2 Juni 2011 at 6:23 PM

    assalamualaikum wr wb. Ki Abdul Jabbar ijinkan sy belajar di kampus panjenengan, suatu pelajaran yg luarbiasa…

     
  4. RADJA GLUDUG

    2 Juni 2011 at 8:01 PM

    saya terima dengan ikhlas ilmu ini sebagai pembelajaran dan pembenahan diri semoga Allah merahmati kita semua. salam salim gandeng tangan dan semoga tersampaikan kpd junjungan kita nabi MUHAMMAD SAW amin.

     
  5. nakmas

    2 Juni 2011 at 9:06 PM

    Sugeng ndalu slamat malam. Salam rahayu karahayon kpd smua bolosejati. Nderek ndeprok nyinau ki abduljabar

     
  6. BUROQ

    2 Juni 2011 at 9:20 PM

    masya Allah, mantab sekali penjabarannya.

     
  7. asgar

    2 Juni 2011 at 10:05 PM

    subhanalloh artikel nya mantab mantab….izin di save dulu ke hardisk pc biar bisa di pelajari dengan seksama secara ofline…

     
  8. Ki Abduljabbar

    2 Juni 2011 at 10:45 PM

    Inilah makna RAHMATAN LIL ALAMAIN …

     
  9. Abah suhaimi

    4 Juni 2011 at 1:02 AM

    sholawat dn salam atas junjungan Rasulullah saw dn salam takzim buat ki ageng jj dn ki abduljabar serta sedulur2 semua semoga selalu dlm rahmat Allah.

    Pencerahan yg mantab dn ilmiah. Semoga kita akn jd muslim yg hakiki mendapat ridho Allah. Wassalam.

     
  10. hadi

    24 Juni 2011 at 10:26 AM

    salam takzim ki
    ki sya ijin coppast utk bhn kultum dimasjid ttg sholat top markotop

     
  11. KAMAR MANDI

    12 Juli 2011 at 6:01 PM

    Mantep bgt nh blog..smoga te2p langgeng dan gak ada perusuh serta pembuat onar..dsini terungkap ilmu pembabaran yg masuk dgn logika tnpa harus memuja2 khodam seperti keilmuan di KW* …Mantep bgt nh blog..smoga te2p langgeng dan gak ada perusuh serta pembuat onar..dsini terungkap ilmu pembabaran yg masuk dgn logika tnpa harus memuja2 khodam seperti keilmuan di KW* …

     
  12. Untung Sudrajad

    11 Desember 2011 at 2:50 PM

    Terima kasih pencerahannya Ki Abdul Jabbar, saya sangat senang dengan artikel anda, kalau Ki Abdul Jabbar tidak berkeberatan mohon saya dikirimi ebook – ebook untuk peningkatan kondisi spiritual saya ke email saya usdrajad@yahoo.com atau usdrajad@gmail. com. Semoga Tuhan YME Senantiasa melindungi bapak sekeluarga

     
  13. kang omon

    14 Desember 2011 at 10:34 AM

    ..allohu akbar..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s