RSS

Arsip Kategori: ARTIKEL

POTENSI DIRI

KENAPA MANUSIA SERING GAGAL

KENAPA MANUSIA SERING GAGAL
Oleh Ki Abduljabbar

Allah SWT menciptakan manusia adalah untuk bahagia, jika manusia bahagia, otak manusia akan memerintahkan tubuh memproduksi ratusan hormon kebahagiaan tiga diantaranya adalah Endorpin, Serotonin dan Melatonin. Hormon-hormon tsb berfungsi sebagai penyeimbang tubuh dan memperbaiki organ-organ atau bagian tubuh yg lemah agar kuat kembali. Tetapi jika manusia marah, cemburu, iri dan dengki, benci, rasa was-was, rasa takut dan rasa gelisah, maka otak akan memperoduksi 2 racun yaitu adrenalin dan noradrenalin. Alhamdulillah kedua racun tsb diproduksi oleh tubuh sangat sedikit. Itulah sebabnya dapat disimpulkan Allah Ta’ala menciptakan manusia untuk hidup bahagia.

Tetapi kenapa manusia sering mengeluh, bahkan merasa hidupnya selalu GAGAL?
1. Manusia cenderung tidak sabar, sehingga dia tdk menyadari ibarat baru mencangkul 2 meter sudah mengharapkan panen 2 ton. Keinginan sukses yg instan tadi membawa diri mencari cara instan pula, entah mengamalkan ilmu-ilmu pesugihan, kesaktian, uang ghoib, dll dgn harapan dia bisa seperti manusia setengah dewa yg hanya mengucapkan ADAKADABRA…!!! langsung harta karun sdh dihapannya. Itu semua adalah MIMPI (ingat iklan Sampurna), karena Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an berfirman:“Manusia tdk akan memperoleh selain yg diusahakannya” [Qs An Najm 39]. Kalau demikian mustahil sesuatu yg INSTAN, semua terikat dgn sunatullah.

2. TIDAK BERDOA KEPADA ALLAH. Terlenanya manusia kepada amalan-amalan sehingga terbawa musrik, yg akhirnya HIZIB yg juga buatan manusia sudah didewa-dewakan sehingga melupakan cara-cara sesat dalam pengamalan HIZIB tsb. Hizib yg sebenarnya suatu doa yg mulia, sdh dinodai cara sesat mereka tidak tahu, sehingga tujuan yg mulia disusupi jin yg sesat. Kalau kita memang merasa mahkluk ciptaan Allah, mintalah kepada Allah bukan yg lain. Ud’uni istajib lakum [ mintalah kpd-KU niscaya akan KU perkenankan ]. Sumpah deh…, orang yg gagal sebenarnya tidak pernah berdoa kepada Allah.

3. TIDAK MAU COPY CAT KEPADA ORANG YG SDH SUKSES. Kita ingin kaya, ingin sukses, belajarlah kepada orang yg sudah SUKSES. Jangan kita melakukan pembatasan pada pikiran kita sendiri (memasung otak Anda), sehingga menolak belajar dari orang barat. Kalau ada orang Indonesia yg benar-benar sukses tidak masalah, Anda dapat belajar bagaimana cara kesukesan yg mereka lakukan. Semua ini namanya COPY-CAT. Allah itu maha bijaksana, ibarat kita belum bisa naik mobil, Allah tidak akan memberi mobil. Ini artinya, kalau Anda ingin sukses Anda harus sudah siap bagaimana bersikap dan bertindaknya orang sukses. Jangan-jangan Anda kalau sdh sukses justru malah tersesat karena belum siap. “La yukallifullahu nafsan illa wus’aha” [ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya". ]

4. TIDAK AHLI SYUKUR. Orang yg sering gagal, tidak pernah atau susah bersyukur, boro-boro menjadi ahli syukur. Menjadi PANDAI BERSYUKUR saja tidak bisa. Karena sudah terlalu sering dgn kegagalannya tsb akhirnya menjadi KARAKTER, yaitu karakter NEGATIF. Ciri-ciri orang tsb adalah yg jika ada orang mengajarkan cara sukses, justru dikatakan OMDO (omong doang), karena orang gagal tidak pernah tahu nikmatnya SUKSES. ironisnya orang seperti ini BUKAN MENGKOREKSI DIRINYA SENDIRI, malah MENCARI KAMBING HITAM (menyalahkan orang lain). Lebih tragis lagi, ALLAH pun sering disalahkan. Orang seperti ini memiliki sifat CEPAT KAGUM dan CEPAT BENCI dan suka membanding-bandingkan orang lain.

Demikian saya berikan 4 contoh, meskipun sebenarnya masih banyak, tetapi saya rasa itu sudah cukup. Pada intinya, kita harus tetap berusaha [ikhtiar] , trs berdo’a, namun jika masih tdk sesuai dgn apa yg kita pinta atau harapkan, jgn mengeluh karna itu kesanggupan kita menerima sesuatu tsb [kapasitas kita] dan tentunya itu yg terbaik buat kita , dan jgn kita memaksakan dgn apa yg sdh menjadi kehendak-NYA karna itu nafsu …..
Dan jgnlah kamu mengikuti hawa nafsu karna ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah [Qs Shaad 20]. Setidaknya rasa SYUKUR dan BAHAGIA harus tetap kita pertahankan.

Mohon maaf sekiranya tulisan ini dianggap menggurui, kalau tidak ada manfaat silahkan ditinggalkan. Kritik adalah penilaian untuk perbaikan, jika Anda memberi KRITIK orang lain sama artinya juga Anda sdh memperbaiki diri Anda, karena Anda sdh mengetahui apa yg terbaik. Tetapi jika Anda meberikan CEMOOH, HUJATAN, EJEKAN, bahkan memberikan KEBENCIAN kepada orang lain, itu juga sama dengan Anda memperlakukan kepada diri Anda sendiri. Seperti pepatah: “JIKA ANDA INGIN MENERIMA, MEMBERILAH TERLEBIH DAHULU”. Jangan menjadi orang BURUK MUKA CERMIN DIBELAH. Seperti murid tidak lulus ujian, gurunya yg dikatakan GOBLOK tidak bisa mengajar.

Wassalam,

 
60 Komentar

Ditulis oleh pada 31 Oktober 2011 in ARTIKEL

 

AL-KAUTSAR

AL-KAUTSAR
Oleh Ki Abduljabbar

Idul Adha semakin dekat, dan perkenankan saya mengulas sedikit hanya sebagai pengingat diri kita.

surah / surat : Al-Kautsar Ayat : 1
innaa a’thaynaaka alkawtsara
1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yang banyak.

surah / surat : Al-Kautsar Ayat : 2
fashalli lirabbika wainhar
2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.

Yang dimaksud berkorban di sini ialah menyembelih hewan qurban atas nama ALLAH dan mensyukuri ni’mat Allah, bukan menyembelih kerbau untuk ilmu Hizib Nahsr, seperti postingan saya kemarin tujuannya mengingatkan kita semua, tetapi justru menyebabkan KEBENCIAN seseorang kepada diri saya. Jadi barang siapa yg sudah berkurban dengan menyembelih hewan kurban bukan atas nama Allah Ta’ala, maka sesungguhnya telah berbuat kezaliman pada dirinya sendiri. Mentauhidkan Allah ini tidaklah semudah percaya akan wujudnya Allah. Mentauhidkan Allah dengan ikhlash, menghendaki suatu perjuangan yang sangat berat. Mentauhidkan Allah adalah suatu jihad yang terbesar di dalam hidup ini.
Kenyataannya, orang-orang yang sudah mengaku Islam pun, bahkan mereka yang sudah rajin bershalat, berpuasa dan ber’ibadah yang lain pun, di dalam kehidupan mereka sehari-hari masih bersikap, bahkan bertingkah laku seolah-olah mereka masih syirik (bertuhan lain di samping Tuhan Yang Sebenarnya). Mereka masih mencampurkan (mensyirikkan) pengabdian mereka kepada Allah itu dengan pengabdian kepada sesuatu “ilah” yang lain. Pengabdian sampingan itu biasanya ialah di dalam bentuk “rasa ketergantungan” kepada ilah yang lain itu. Oleh karena itu, al-Qur’an mengingatkan setiap Muslim, bahwa dosa terbesar yang tak akan terampunkan oleh Allah ialah syirik ini (Lihat QS.4:48 dan 116):
Artinya kira-kira: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan orang-orang yang mensyirikkan-Nya, tapi Ia akan mengampuni kesalahan lain bagi siapa yang diperkenankan-Nya. Barangsiapa yang mensyirikkan Allah, sesungguhnyalah ia telah berdosa yang sangat besar.”

RasuluLlah pun pernah bersabda, bahwa pokok pangkal setiap dosa ialah syirik ini, jadi senada dengan peringatan yang disampaikan al-Qur’an. Dapat difahami, bahwa setiap orang yang akan melakukan sesuatu dosa, apalagi buat pertama kali, akan merasakan, bahwa hati nuraninya akan memberontak. Detak jantungnya akan bertambah cepat, timbul rasa malu kalau-kalau perbuatannya itu akan dilihat orang lain, terutama kenalannya, maka pada saat itu ia lebih takut (malu) kepada orang (ilah lain) dari pada kepada Allah, Yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Maka pada saat itu ia sudah syirik sebelum melaksanakan keinginan hawa nafsunya itu. Sama halnya pengamal ilmu kesaktian, pada dasarnya sudah memiliki tujuan agar memiliki kelebihan dari orang lain, dan mereka biasanya merasa kemampuan-kemampuan yg dimilikinya pasti karena ilmu yg dipelajarinya tersebut. Kenyataan mereka mengatakan itu sebagai wasilah itu hanya kebohongan belaka. Padahal seluruh alam semesta ini Allah yg menggerakan, bahkan dahan pohon yg jatuh pun sudah Allah ketahui.

Peringatan al-Qur’an dan ucapan Rasul itu disampaikan karena Allah sendiri tahu, bahwa memang tidak mudah mencapai tingkat tauhid yang ikhlash itu. Sangat banyak kendala dan halangan yang harus diatasi jika orang ingin mencapai tingkat tauhid yang murni ini. Jadi sudah wajarlah orang-orang yg mengajak kepada jalan yg lurus selalu mendapatkan cobaan seperti jaman nabi-nabi terdahulu. Bagaimana Nabi Ibrahim as sampai dibakar hidup-hidup, Nabi Isa dilempari batu dan disalib (versi orang kafir). Iblis selalu tidak akan tenang melihat manusia untuk menuju SURGA, dan mereka dengan segala cara baik halus maupun samar akan menjerumuskan manusia ke dalam dosa. Iblis pada waktu gagal menggoda Sayidina Syech Abdul Qodir Jaelani saat kalwat, iblis/setan berkata:” Abdul Qodir, aku sudah menyesatkan 70 toreqot, hanya engkaulah yg mampu mengalahkan aku”. Anda sudah dapat membayangkan TOREQOT yg menurut kita berkumpulnya orang-orang yg ahli ibadah, ternyata mampu disesatkan oleh iblis/setan. Semoga kita tetap menjadi orang yg ahli berpikir dan dzikir.

surah / surat : Al-Kautsar Ayat : 3
inna syaani-aka huwa al-abtaru
3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.
Maksudnya terputus di sini ialah terputus dari rahmat Allah, meskipun pada saat diturunkan ayat ini sebagai penghiburan Allah kepada Rasulullah SAW pada saat orang lain mengatakan bahwa Baginda Rasulullah sudah terputus tidak memiliki keturunan lagi. Maka jika kita menghendaki Rahmat Allah Ta’ala, maka tebarkanlah kasih sayang kepada seluruh mahkluk Allah, dan iblis tidak mampu menggoda orang yg MUKHLIS.

Wassalam,

 
32 Komentar

Ditulis oleh pada 30 Oktober 2011 in ARTIKEL

 

ALIH PROFESI SEORANG DUKUN MENJADI PERUQIYAH

Alih Profesi Seorang Dukun Menjadi Peruqyah
Oleh Ki Abduljabbar (Dikutip dari majalah Al-Iman bil Ghoib edisi 87 th. 4/26 Rajab 1428 H/10 Agustus 2007 M. Halaman 38-44.)

Menjadi orang sakti itu mahal harganya. Banyak hal yang harus dikorbankan. Bila pengorbanan itu hanya sebatas materi, waktu dan tenaga tidaklah mengapa. Semua itu hanya bersifat sementara. Tapi kalau harus mengorbankan akidah, maka jangan coba-coba menjadi orang sakti. Derita berkepanjangan di akhirat segera menanti. Karena untuk menjadi sakti, mau tak mau harus bekerja sama dengan jin, seperti dituturkan Dida, mantan dukun yang bertaubat dan telah menamatkan hafalan al-Qur’an. Berikut petikan kisahnya.
SEJAK KECIL, aku memang punya cita-cita ingin menjadi orang yang sakti mandraguna. Ditembak lakak-lakak, ditombak cengengesan. Darah orang sakti mengalir deras dalam diriku. Kakek terbilang orang sakti. Di kampung ku dia sangat terkenal. Untuk mendapatkan kesaktian itu, kakek rela berpuasa selama empat puluh hari dengan tetap bertengger di atas pohon kelapa. Puasa empat puluh hari saja, banyak yang sudah tidak sanggup, karena bukan sembarangan. Tapi kakek sanggup melakukannya dengan tetap bertahan di atas pohon kelapa selama empat puluh hari. Semangat yang membaja-lah yang membuat kakek mampu bertahan, semua itu dilakukan untuk mewujudkan impian menjadi orang sakti. Karena itu, ketika kusampaikan keinginanku menjadi orang sakti, ibu tidak melarang. Toh, lelakon ngelmu itu bukan barang asing bagi ibu. Pergulatanku dengan dunia kesaktian dimulai sejak aku duduk dibangku SMP. Awalnya, aku bergabung dengan perguruan silat di kampungku bersama teman-teman. Latihan-latihan fisik menjadi menu harian. Selain itu, aku juga nyantri di beberapa tempat. Lelakon dengan mulai puasa pun mulai kulakukan. Sebenarnya, aku belum diperbolehkan puasa. Masih kecil, katanya. Hanya karena keinginan menjadi orang sakti begitu kuat, larangan itu tidak kuhiraukan. Aku nekat puasa yang terbilang berat untuk anak seusiaku. Selama tiga hari, aku hanya berbuka dengan tiga suap nasi. Nasi dikasih air kemudian diaduk. Air nasi kemudian diminum seteguk, dua teguk. Kemudian nasinya dimakan tiga suap. Tidak boleh lebih. Setelah itu tidak boleh makan lagi, hingga sahur. Memang tidak ada larangan untuk sahur, tapi karena mulut terasa pahit, aku pun malas sahur. Praktis tiga hari hanya makan tiga suap nasi setiap buka. Tiga hari pertama aku lulus. Dilanjutkan dengan puasa tujuh hari. Meski badan terasa lemas, tapi aku masih sanggup menyelesaikannya. Terakhir puasa dua puluh satu hari. Puasanya memang berat sekali. Apalagi orang disekitarku tidak ada yang berpuasa. Hanya aku sendiri. Cobaannya begitu berat kurasakan. Susah tidur. Ketika ibu menggoreng ikan asin saja, aku sudah ngiler. Karena saking pinginnya. Setelah menyelesaikan puasa dua puluh satu hari, aku bisa melakukan gerakan-gerakan silat yang selama ini tidak pernah kupelajari. Sukses berpuasa selama tiga puluh hari, membuat tekadku semakin kuat. Aku pun mulai berkelana dengan beberapa teman. Sesekali aku berguru ke Jawa Tengah. Tetapi aku tinggal di JawaTimur yang berbatasan dengan Jawa Tengah. Kalau ada orang sakti, kudatangi. Biasanya aku datang bersama teman- teman seperguruan. Pernah, ketika bertandang ke ’orang sakti’ aku diisi dengan tenaga dalam tingkatan menengah. Setelah diisi langsung dicoba. Memang, ketika ada teman yang memukulku, dia langsung terpental. Waktu itu aku heran, kok bisa begitu. Aku pun menganggap itu adalah kelebihan yang diberikan Allah.
Selama berkelana, orang tuaku berpesan, agar aku tidak bekerja sama dengan jin. ”itu ngga boleh,” katanya. Sepengetahuan orang tuaku dukun- dukun itu bekerja sama dengan jin. Tapi apa yang kupelajari berbeda dengan ilmu perdukunan. Aku wiridan dengan ayat- ayat Al-Qur’an atau doa yang berbahasa Arab. Jadi, mereka tidak melarang. Wiridan Dua Juta Kali pada masa-masa SMA tidak jauh berbeda. Aku masih bergelut dengan dunia kesaktian. Entah sudah berapa tempat yang kudatangi. Selain itu, aku juga mulai membiasakan diri bermalam di kuburan. Lebih dekat dengan orang-orang sakti yang jasadnya terbaring di dalam tanah, pikirku. Bagi kebanyakan orang, kuburan adalah tempat yang angker. Jangankan bermalam disana, untuk melintas siang hari saja banyak yang tidak berani. Rasa takut itu seakan sudah hilang dari diriku. Bagiku, bermalam di kuburan tidak berbeda dengan bermalam di rumah sendiri. Aku merasa nyaman saja disana. Terlebih aku merasa dapat lebih dekat dengan orang-orang sakti disana.
Selepas SMA, aku melanjutkan kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Jawa Timur. Aku masuk fakultas sastra Inggris. Awalnya, kujalani masa perkuliahan dengan senang. Hingga suatu ketika, teman-teman di fakultas mengadakan kegiatan yang bernuansa islami. Saat itulah, aku tertegun dengan bacaan al-Qur’an yang di perdengarkan di awal acara. Terasa ada desiran-desiran halus yang merasuk ke dalam jiwa. Ada dorongan yang mengarahkanku untuk menjadi seorang penghafal al-Qur’an. Dorongan yang kuat itu tak mampu lagi kutahan. Hingga akhirnya kuputuskan untuk meninggalkan sastra Inggris dan bergelut dengan al-Qur’an. Ketika kusampaikan keinginanku itu kepada orang tuaku, mereka tidak melarang. Mereka hanya berpesan, agar aku serius dengan keputusanku. Menjadi seorang penghafal al-Qur’an tidaklah semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan tekad yang membaja agar tak luntur di tengah jalan. Nasehat orang tua kusanggupi. Aku pun meninggalkan rumah dengan satu tujuan. Mencari pondok tahfidz. Pilihanku adalah Banten, Jawa Barat. Meski di Jawa Tengah juga ada pondok tahfidz, tapi aku lebih memilih Banten. Lokasinya yang jauh dari rumah menjadi alasan tersendiri mengapa aku memilih Banten. Biar tidak pulang terus, jawabku ketika ditanya bapak. Waktu pertama ke Banten itu seakan ada yang membimbing. Bukan ke pondok tahfidz, tapi aku diarahkan ke pesantren yang mengajarkan ilmu kesaktian.
Ceritanya begini. Aku belum pernah ke Banten. Sementara wilayah Banten itu luas dan banyak pesantrennya. Ketika sampai di terminal Kalideres Jakarta Barat, kondektur bertanya, ”mau kemana” kujawab saja ”Banten” sambil kuserahkan uang dua ribu lima ratus rupiah. Ternyata aku diturunkan di Cadasari. Disana ada pesantren yang terkenal. Ongkos bis pun juga pas, Dua ribu lima ratus rupiah. Sebenarnya, ketika tiba di daerah Cadasari, rasanya aku sudah ingin turun saja. Sepertinya, hatiku cocok dengan daerah tersebut. Padahal aku belum mendapat informasi apa-apa tentang Cadasari. Apakah ada pondok tahfidz atau pondok yang mengajarkan ilmu-ilmu islam lainnya. Setelah bertanya kesana kemari, aku disarankan untuk mondok disebuah pesantren terkenal disana. Kupikir, tidak ada salahnya bila aku belajar di pondok tersebut. Toh, banyak juga santri dari daerah lain yang juga punya tujuan yang sama denganku. Masalahnya, pondok tersebut tidak mengkhususkan diri dalam hafalan al- Qur’an. Ia tak ubahnya seperti pondok- pondok lain yang bergaya salaf yang mengajarkan kitab kuning. Kitab kuning adalah sebutan untuk kitab-kitab berbahasa Arab yang tidak berharakat. Di sanalah aku berlabuh. Meski di pondok tersebut tidak ada hafalan al-Qur’an, aku tidak terlalu kecewa. Karena aku mendapat gantinya. Cita-citaku menjadi ’orang sakti’ dapat kembali terasah. Lelakon puasa atau wiridan-wiridan tertentu kembali menjadi menu harianku. Untuk menjadi orang yang ’sakti’ aku mengamalkan Hizb Nashr yang diawali dengan puasa tujuh hari. Hari pertama, berbuka dengan tujuh suap nasi. Hari kedua dengan enam suap, begitu seterusnya hingga hari ketujuh, aku tidak makan sama sekali. Berat memang. Tapi karena tekad yang membaja, semua hambatan itu seakan tidak ada artinya. Bersamaan dengan puasa itu, aku juga harus wiridan ayat dan do’a-do’a tertentu setiap selesai solat. Nah, saat mewirid Hizb Nashr itu ada keanehan. Dari hidung, mata dan pori-poriku keluar darah. Tapi anehnya, aku tidak merasakan sakit. Menurut penjelasan yang kudengar, katanya, darah itu keluar sebagai akibat dari suhu panas dalam badanku yang meningkat saat merapal wirid Hizb Nashr. ”kamu tidak usah khawatir. Itu tidak berbahaya. Kalau ingin menghentikannya, bacalah al-Qur’an, maka darah akan terhenti dengan sendirinya,” kata guru memberi wejangan sebelum aku mulai lelakon Hizb Nashr. Aneh memang. Darah tidak lagi keluar dari hidung, mata dan pori-pori begitu kubacakan al-Qur’an. Entahlah mengapa hal itu bisa terjadi. Waktu itu aku tidak begitu memperdulikan. Aku hanya ingin menguasai Hizb Nashr, tanpa banyak mempertanyakan keanehannya. Hizb Nashr hanya sebagian dari ilmu kesaktian yang kupelajari. Terkadang, aku harus memasang telinga lebar-lebar dimana ada guru yang sakti di Banten. Bila sudah dapat kesanalah aku berguru. Untuk menguasai sebuah ilmu aku pernah wiridan sebanyak dua juta kali. Jumlah yang sangat besar memang. Untuk menyelesaikannya, aku tidak keluar kamar selama empat puluh hari. Mencuci pakaian saja, aku tidak sempat. Aku meminta tolong salah seorang temanku. Keluar kamar pun aku hanya sesekali. Itu pun hanya untuk berwudhu. Selebihnya aku duduk bersila diri di kamar dengan terus wiridan. Orang kampung yang lama tidak melihat kehadiranku ditengah-tengah mereka penasaran. Mereka hanya mendengar kabar dari teman-teman bahwa aku lelakon di kamar. Mereka semakin penasaran. Kok lama sekali, kata mereka. Aku memang akrab dengan warga sekitar. Tidaklah mengherankan bila mereka penasaran. Mereka ingin masuk, tapi tidak kutanggapi. Pintu tetap kukunci rapat. Akhirnya mereka menjebol jendela kamar. Begitu jendela kamar terbuka mereka langsung lari terbirit-birit. Padahal aku hanya melihat sekilas kearah mereka. Katanya, mereka melihat seekor macan yang hendak menerkam. Sementara dari wajahku terpancar cahaya yang menyilaukan. Selama wiridan, aku merasakan ada cahaya yang senantiasa menerangi kamar. Siang dan malam, cahaya itu tak pernah redup. Cahaya itu berasal dari sumber yang berbeda-beda. Terkadang, ada cahaya yang berasal dari sinar lampu. Sering kali cahaya itu berganti seperti cahaya bulan. Pada saat lain berganti dengan cahaya lain. Tepat diatas kepala. Wajar memang bila ada yang membuka jendela kemudian terkejut. Selain itu, aku juga sering didatangi orang. Ada yang mengaku guruku. Ada pula yang mengaku Sultan Hasanuddin atau cewek setengah badan. Mereka mengajakku dialog, tapi tak pernah kuhiraukan. Kubiarkan mereka bicara semaunya, hanya kutatap sepintas sebelumnya akhirnya aku larut dalam wiridan. Bagi orang yang terbiasa lelakon seperti diriku, pemandangan seperti itu bukan barang baru. Itu sudah lumrah. Setelah menyelesaikan wiridan dua juta selama empat puluh hari, dilanjutkan lagi dengan puasa selama 49 hari. (yang sedang kupelajari itu adalah ilmu taisir maghrobi dan saiful maslul).
Menjadi Dukun Sejak di Pesantren, sudah Lima tahun setengah aku mondok di Banten. Dalam rentang waktu itu banyak ilmu kesaktian yang kukuasai. Ilmu kebal, halimunan (menghilang dari pandangan orang), tenaga dalam maupun ilmu pelet. Khusus untuk ilmu halimunan, sejatinya orangnya tidaklah menghilang. Hanya saja, ia tidak nampak di mata orang lain. Seakan ada pembatas transparan yang menutup pandangan mereka. Meski demikian, ilmu halimunan ada pantangannya. Ia tidak boleh dipakai untuk mencuri. Kalau pantangan tersebut dilanggar, maka ilmu halimunan akan hilang. Dari berbagai ilmu kesaktian itulah aku bertahan hidup di pesantren. Terus terang, aku tidak pernah meminta kiriman uang dari orang tua di kampung. Sementara kebutuhanku terbilang besar. Kalau sekedar untuk makan, memang tidak seberapa. Tapi pengeluaranku terbanyak adalah untuk belajar ilmu kesaktian. Untuk menguasai satu jenis ilmu saja dibutuhkan uang yang tidak sedikit. Aku harus membayar mahar yang kadang berupa emas sampai seratus gram. Semakin besar mahar yang diberikan, maka keampuhan ilmunya makin hebat. Hizb Nashr misalnya. Sebelum memulai puasa tujuh hari, aku harus menyembelih seekor kerbau. Dagingnya memang untuk dimakan ramai-ramai. Tapi tetap saja, aku harus menyediakannya. Bila belum tersedia kerbau, tentu aku tidak bisa mempelajarinya. Lalu dari manakah aku dapatkan uang? Bagi orang sepertiku, untuk mendapatkan uang tidaklah terlalu sulit. Terlebih aku sudah dikenal sebagai ’orang sakti’ sejak merantau ke Banten. Entah bagaimana ceritanya, ada saja orang datang kepadaku. Macam-macam alasannya. Ada yang ingin diisi tenaga dalam. Ada pula yang ingin belajar ilmu kesaktian atau juga minta dibantu agar cepat dapat jodoh. Dari merekalah, aku bertahan.
Enaknya mondok di Banten itu satu orang menempati satu kamar. Jadi aku tidak perlu khawatir bila tamu-tamuku mengganggu orang lain. Ada yang datang dari Lampung, Jakarta atau Banten dan sekitarnya. Tidak jarang pula ada yang mengundang ke rumahnya. Aku sendiri tidak tahu awalnya, bagaimana mereka tahu bahwa aku bisa mengobati. Setelah lima tahun setengah di Banten, aku kemudian merambah ke pesantren- pesantren di sekitar Banten. Ke Cianjur, Bandung, Garut maupun pesantren lainnya. Aku pernah pindah ke sebuah pesantren di Cianjur, Jawa barat hanya dengan pakaian yang melekat di badan. Uang pun hanya cukup untuk bekal perjalanan. Selebihnya, tidak tahu. Tapi yakin bahwa Allah itu Maha Kaya. Waktu menamatkan shahih Bukhari di Bandung pun begitu. Kok, tiba-tiba ada yang datang. Ia minta diajari ilmu kesaktian. Orang tahu saja, kalau aku punya ilmu. Padahal aku tidak bilang apa-apa kepada teman-teman baruku. Dengan modal begitu, aku berkelana dari pesantren ke pesantren lain. Kadang, sampai kelelahan mengobati pasien. Terkadang, ada kyai yang berguru kepadaku. Waktu itu, aku mondok di pesantren yang mengajar kitab fiqih. Kiai yang juga guruku itu pun datang ke kamarku. Ia minta dikasih ilmu kesaktian. Awalnya, aku menolak. Aku merasa tidak enak. Tapi kiai sedikit memaksa. ”Mas,” katanya. Kiai memanggilku dengan panggilan Mas. ”Mas, kalau tahu dari dulu, dari dulu, Aa belajar sama Mas,” katanya. Kutolak dengan halus, tapi kiai tetap memaksa. Akhirnya aku ajarkan ilmu kesaktian dan pengobatan. Lengkap dengan wirid dan cara puasanya.
Perjalanan Menuju Taubat Tahun 2003, aku berpindah lagi sebuah pesantren di Tanggerang, Jawa Barat. Tepatnya di pondok pesantren tahfidzul Qur’an. Setelah sepuluh tahun berkelanan dari satu pesantren ke pesantren lain, barulah aku bertemu dengan pesantren tahfidz. Aku diingatkan kembali dengan tujuan awal merantau ke Banten. Tak lain, adalah ingin menghafal al-Qur’an. Ternyata selama sepuluh tahun itu, aku belum bertemu dengan pesantren yang tepat. Disana, aku tidak bertahan lama. Karena tidak ada teman seusiaku yang juga menghafal al-Qur’an. Kebetulan, saat itu ada seorang teman menunjukkan sebuah lembaga tahfidz di Jakarta yang pesertanya bukan lagi anak-anak. Rata- rata mereka sudah lulus SMA. Kuputuskan untuk bergabung bersama mereka. Nah, di lembaga tahfidz tersebut, wawasanku tentang keislaman mulai terbuka. Aku mulai banyak membaca sirah nabawiyah atau buku- buku lain yang mengupas keghaiban. Hatiku tergugah, ketika aku merenungkan firman Allah dalam surat al-Jin ayat enam. Kubaca berulang-ulang. Kuresapi artinya secara mendalam. Hingga akhirnya aku menarik kesimpulan bahwa apa yang kupelajari selama ini ternyata menyimpang dari tuntunan. Ayat keenam dari surat al-Jin mengatakan bahwa ada beberapa orang manusia yang meminta bantuan kepada jin, dan itu hanya menimbulkan penderitaan semata. Padahal ilmu kesaktian yang kupelajari selama sepuluh tahun itu tidak terlepas dari bantuan jin. Misalnya ketika wiridan dua juta itu, aku menggunakan apel jin atau kemenyan yang dibakar. Kutaruh apel jin di depan tempat duduk. Lain kali, aku juga menggunakan hio seperti yang digunakan orang Cina. Aku membaca wiridan dengan kemenyan mengebul. Selain itu, aku baru menyadari bahwa ada sebagian doa permintaan bantuan kepada jin. Meski lafadznya berbahasa Arab. Tapi tetap saja doa itu terlarang. Sejak itu, aku menghentikan wiridan- wiridan yang biasa kubaca setiap saat. Kuganti dengan ayat-ayat al-Qur’an, yang menyejukkan jiwa. Selama mempelajari ilmu kesaktian hingga saat menghafal al-Qur’an aku memang tidak merasakan adanya gangguan secara fisik maupun psikis. Tapi hal itu bukan berarti dalam diriku tidak ada jinnya. Aku memiliki sekian banyak jin sebagai hasil dari wiridan dan puasa yang kulakukan. Jin-jin tersebut yang membantuku dalam pengobatan.
Aku yakin, ketika ilmu kesaktianku tidak lagi kuasah dengan membaca wiridan-wiridannya, maka ilmu tersebut secara perlahan akan menghilang. Seperti pisau yang tidak pernah diasah, maka pisau tersebut makin lama makin tumpul. Untuk itu, aku senantiasa melakukan penjagaan diri dengan membaca doa-doa perlindungan maupun mendengarkan kaset ruqyah terbitan ghoib pustaka. Tak lupa pula aku senantiasa melakukan ruqyah mandiri dengan ayat-ayat al- Qur’an yang telah kuhafal. Alhamdulillah setelah tiga tahun di lembaga tahfidz, aku berhasil menyelesaikan setoran hafalan. Kini, tinggal bagaimana aku bisa membagi waktu, agar hafalan al-Qur’an tidak menguap begitu saja. Praktik perdukunan itu telah kutinggalkan di belakang. Kini, jika ada pasien yang datang berobat, aku tidak lagi menggunakan ilmu-ilmu kesaktian yang pernah kupelajari selama sepuluh tahun. Tapi justru aku meruqyahnya dengan ayat-ayat al-Qur’an maupun hadist yang shahih. Dalam beberapa kesempatan, aku juga diundang mengisi kajian membongkar kesesatan ilmu kesaktian yang selama ini sebagiannya diajarkan di pesantren. Bedah Kesaksian Jin menyusup Dalam Wiridan Hizib Pada kesaksian kali ini kita hadirkan mantan dukun yang telah bertaubat. Bahkan, ia kini telah menyelesaikan hafalan al-Qur’an dan telah berganti profesi. Ia tinggalkan praktik perdukunan dan menggantinya dengan ruqyah sebagai cara pengobatan. Kita layak mengacungkan jempol atas keberaniannya untuk membongkar kesesatan praktik perdukunan yang digelutinya selama ini. Dida. Begitu namanya kita samarkan. Ia sangat berkompeten untuk ‘perselingkuhannya’ dengan jin ketika belajar ilmu kesaktian. Ia paham secara mendalam seluk beluk ilmu yang dipelajarinya. Hingga beberapa kyai akhirnya berguru kepadanya. Sepuluh tahun yang lalu, orang tua Dida telah berpesan. Ia telah berpesan. Ia boleh belajar ilmu kesaktian asal tidak bekerja sama dengan jin. Syarat yang simple. Namun bermakna dalam. Ia membebaskan anaknya belajar apa saja, asal tidak menyekutukan Allah. Begitulah seharusnya setiap orang tua berpesan setiap tua berpesan kepada anak-anaknya. Sebagaimana dahulu Luqmanul Hakim berwasiat kepada anak-anaknya. Namun sayang. Pemahaman orang tua Dida tentang tipu daya jin masih sebatas kulit. Ia tidak tahu bahwa anaknya telah bekerja sama dengan jin. Yang ia tahu, dukun-dukun di daerahnya lah yang bekerja sama dengan jin. Sementara apa yang dipelajari Dida, katanya, berasal dari ayat-ayat al-Qur’an serta do’a-do’a yang berbahasa Arab. Ya, syetan memang licik. Ia memanfaatkan segala peluang yang ada untuk menggelincirkan manusia. Ayat al-Qur’an pun tidak luput dari bagian jerat- jeratnya. Hingga tidak sedikit orang terkecoh. Mereka telah meminta bantuan dengan jin tanpa sadar. Kita biarkan Dida membuka kedok ‘perselingkuhannya’ dengan jin saat dia merapal wirid dari hizib-hizib tertentu.
Disini, kita mengambil dua contoh saja, dari sekian banyak hizib yang dikuasai Dida. Yang pertama hizib Nashor. Untuk menguasai hizib ini, Dida atau siapa pun orang yang mempelajarinya harus berpuasa terlebih dahulu. Untuk tingkatan pertama, puasa selama empat puluh hari. Tingkatan kedua, puasa selama tiga bulan. Dan tingkatan ketiga puasa seminggu. Untuk tingkatan pertama dan kedua, puasanya tidak berbeda dengan puasa yang diajarkan Rasullah. Sedangkan tingkatan ketiga, secara jumlah memang lebih sedikit. Tapi tata cara pelaksanaannya yang memberatkan. Untuk hari pertama, Dida hanya berbuka dengan tujuh suap nasi. Hari kedua enam suap. Begitu seterusnya, tiap malam ia berbuka dengan bilangan yang semakin mengecil sehingga ditutup dengan puasa ngebleng. Ia tidak makan dan minum selama empat puluh jam. Selain itu ia mengamalkan wiridan-wiridan tertentu setiap habis shalat. Dilihat sepintas, hizib nashar seakan tidak bertentangan dengan syari’ah. Karena didahului dengan puasa serta mengamalkan wiridan dan doa-doa tertentu. Tapi justru disinilah syetan menyusup dengan halus. Bukankah puasa itu bagian dari ibadah, maka tata caranya juga harus mengikuti apa yang diturunkan Rasulullah. Kita tidak boleh membuat aturan tersendiri. Rasulullah menegaskan dalam sebuah hadist, “Barang siapa yang mengamalkan suatu perbuatan (ibadah) yang tidak ada perintah dari kami, maka amalannya itu tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim). Sejatinya halal dan yang haram sudah dijelaskan. Tata cara pelaksanaan setiap ibadah juga sudah diterangkan dengan jelas baik melalui al-Qur’an maupun contoh langsung dari Rasulullah. Ketika Rasulullah meninggal dunia, agama islam ini mencapai titik kesempurnaannya. Bukalah lembaran al- Qur’an pada surat al-Maidah ayat tiga, maka kita akan menemukan firman Allah. “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu sebagai agama bagimu….” Tata cara puasa telah dijelaskan Rasulullah. Tidak ada penjelasan dalam hadist yang shahih bahwa Rasulullah pernah berpuasa empat puluh hari lalu dilanjutkan dengan tiga bulan dan ditutup dengan puasa seminggu. Kalau Rasulullah tidak mengajarkannnya, maka puasa hizib nashar itu hukumnya tertolak. Ia tidak diterima oleh Allah. Karena diantara syarat diterimanya ibadah adalah tidak menyimpang dari aturan yang telah digariskan Allah. Bila demikian, lalu siapakah yang menyusup ke dalam kesaktian yang diperoleh setelah menyelesaikan lelakon hizib nashar? Apakah dia malaikat? Jawabannya adalah tidak. Malaikat tidak akan menolong orang yang bermaksiat kepada Allah. Yang datang menolong itu adalah jin.
Buktinya, Dida menjelaskan bahwa hizib nashar bisa digunakan untuk pengisian wifiq atau jimat. Yang dimasukkan kedalam wifiq atau jimat itu adalah jin. Saat pengisian itu Dida menggunakan apel jin maupun hio yang dibakar. Apel jin dan hio sama dengan kemenyan, hanya harganya lebih mahal. Ketika asap sudah mengepul, maka Dida memanggil khadam jin dan memasukkannya ke dalam wifiq atau jimat dengan membaca ”Ya khodaama hadzihil asma’i….” Sementara surat al-Jin ayat enam mengingatkan manusia agar tidak bekerja sama dengan jin. Karena itu waspadalah. Jangan mudah terkecoh oleh tipu daya jin yang berlindung di balik ayat-ayat al-Qur’an. Karena hanya menimbulkan petaka dan bencana.

Wassalam,

 
127 Komentar

Ditulis oleh pada 29 Oktober 2011 in ARTIKEL

 

AFFIRMASI DAN VISUALISASI

AFFIRMASI DAN VISUALISASI
Oleh Ki Abduljabbar

Di sini saya tuliskan contoh Affirmasi yg diberikan oleh DR. Muruga, seorang trainer yg telah malang melintang di belahan dunia, beliau adalah seorang trainer/konsultan United Nation Development Programme (UNDP) yg saat ini tinggal di Malaysia. Beliau menyarankan kalau Anda susah melakukan affirmasi dgn kata-kata, maka lakukanlah dengan tulisan. Karena dgn metode tulisan ini merupakan latihan VISUALISASI dgn metode affirmasi tertulis yg merupakan kombinasi antara latihan fisik dan latihan mental. Affirmasi yg Anda lakukan akan direspon melalui sistem saraf yg komplek ke PIKIRAN BAWAH SADAR yg disalurkan kembali ke PIKIRAN SADAR untuk disetujui. Proses ini disebut siklus NEUROMUSCULAR. Jadi dalam hal ini tidak ada sama sekali MISTIK nya, semua berjalan secara ilmiah. Inilah contoh affirmasi tertulis yg dibuat oleh DR. MURUGA:

“Saya percaya diri saya. Saya percaya apa yg dapat dipahami dan dipercayai pikiran saya, dapat saya capai. Saya sangat bahagia, nilai di hidup saya adalah kesehatan, kejujuran, dan mempertahankan komitmen. Saya spiritual, saya punya intelektualitas, dan hidup dengan tubuh jasmani. Saya sangat bahagia menjalani gaya hidup sehat dan saya berolah raga secara teratur. Saya punya fisik yg luar biasa. Saya sangat bahagia karena saya aman secara finasial. Saya punya manjemen keuangan yg baik, punya kebiasaan menabung dan menginvestasikan uang secara bijak. Saya memiliki uang satu juta dollar untuk melakukan apa saja yang saya inginkan.
Saya sangat bahagia karena saya adalah manajer waktu yg baik dan menyelesaikan tugas dengan sukses. Saya sangat bahagia karena kuat secara spiritual dan menggunakan kekuatan spiritual saya untuk sukses. Saya memuja Allah dan Allah telah memberi saya segala sesuatu yang saya butuhkan untuk sukses. Saya bahagia karena menjadi orang yg ahli bersyukur. Saya sangat bahagia menjadi ayah, suami, anak dan saudara yg baik. Saya adalah kawan yg baik bagi semua orang. Saya mencintai seluruh mahkluk dan saya bagian dari alam semesta, dan saya sangat bahagia menyatu dengan alam semesta”.

CONTOH AFFIRMASI DGN KATA-KATA:
Affirmasi ini bisa Anda ucapkan sendiri atau mendengarkan kata-kata Anda yg sdh direkam di HP. Contohnya adalah sbb:
AFFIRMASI untuk KEUANGAN, KESEHATAN, dan KESUKSESAN.
“Visi saya adalah pasti. Tujuan saya adalah tetap. Iman saya stabil, dan syukur saya yang mendalam”.
“Saya sekarang mengembangkan semua bakat yg saya butuhkan untuk mencapai tujuan yg utama dalam hidup saya yg pasti”.
“Saya lakukan sehari-hari, semua yang bisa dilakukan hari itu dan melakukan setiap tindakan secara sukses dan efisien”.

Kata-kata tsb di atas hanyalah contoh, Anda dapat membuatnya sendiri sesuai dengan apa yg Anda inginkan. Sebelumnya saya ingatkan kembali bahwa tujuan visualisasi pada HAKIKATNYA bukan untuk mendapatkan gambar mental belaka, tetapi PERASAAN yg kita dapatkan dari gambar mental tersebut. Dapat saya katakan visualisasi sebetulnya adalah PERASAAN di hati.
Jadi jika Anda menginginkan kekayaan: selain affirmasi, sambil memvisualisasikan dengan penuh perasaan Anda atau anda melakukannya dgn penuh gairah, kalau kesulitan pakailah gambar uang yg banyak, rasakan Anda mandi uang tsb. Kalau perlu bauin bau uang tsb (tentunya uang yg baru), sehingga Anda merasakan benar bau uang tsb sampai tidak melupakannya. Setiap Anda membayangkan uang, begitu juga bau uang tsb langsung dapat Anda rasakan. Demikian juga jika menginginkan rumah mewah, bayangkan rumah impian Anda tsb, rasakan kebahagiaan Anda memiliki rumah tsb, rasakan kesejukan setiap ruangannya, bayangkan kebahagiaan anak, istri, orang tua, teman-teman Anda di dalam rumah Anda. Visualisasikan tanaman-tanaman, kicau burung dan binatang-binatang peliharaan Anda begitu harmonis.

Jika Anda belum berkerja, affirmasikan seperti 3 contoh di atas. Lakukan sampai anda merasakan semangat, sampai timbul kekuatan untuk melakukannya. Jika Anda sungguh-sungguh, insya Allah akan mengalahkan RASA MALAS yg sering mendera. Cukup bertanya kepada diri sendiri, APA UNTUNGNYA AKU MALAS? Anda akan mendapati bahwa SAMA SEKALI TIDAK ADA GUNANYA. Apa yg malas Anda lakukan sebenarnya tidak akan merubah lingkungan Anda, kecuali Anda sendiri yg mendapat KERUGIAN.

INGAT, ANDA MENJADI SEPERTI APA YANG ANDA PIKIRKAN HAMPIR SETIAP WAKTU. SAAT ANDA MEMBAYANGKAN DIRI ANDA TERUS-MENERUS SEBAGAI MANUSIA YG SUNGGUH LUAR BIASA, PADA WAKTUNYA ANDA AKAN SANGAT MIRIP DENGAN ORANG LUAR BIASA YANG ANDA BAYANGKAN. SAAT ANDA MEMIKIRKAN MASA DEPAN ANDA DENGAN PENUH PERASAAN, ANDA AKAN SEGERA MENARIK SEGALA HAL YG ANDA BUTUHKAN KE DALAM KEHIDUPAN ANDA, UNTUK MEWUJUDKAN HAL TERSEBUT.

Wassalam,

 
56 Komentar

Ditulis oleh pada 29 Oktober 2011 in ARTIKEL

 

PIKIRAN SADAR VS PIKIRAN DIBAWAH SADAR

PIKIRAN SADAR VS PIKIRAN DIBAWAH SADAR
Oleh Ki Abduljabbar

Sangat disayangkan teman-teman yg hadir pada acara KWA Jakarta sebagian meninggalkan sesi acara yg saya berikan (hik…hik…hik…), padahal sesi saya itu tidak hanya untuk kemakmuran, dapat juga untuk kesehatan, dan hajat yg lainnya. Bagi saya MEREKA yg meninggalkan acara sesi saya, tidak sadar kalau APA YG SEKARANG ADA PADA DIRINYA ADALAH PRODUK PIKIRANNYA YG MEREKA PIKIRKAN HAMPIR SETIAP WAKTU. Saya memang tidak bisa memaksakan mereka yg pada umumnya lebih tertarik kepada kesaktian, sesuatu yg instan, yg ajaib, “ada kadabra” uang sdh ada di depannya. Meskipun sudah ribuan orang tertipu oleh paranormal palsu, ternyata masih banyak yg terperosok pada lubang yg sama. Istilah pepatah NGELMU yg artinya TINEMU KANTI LAKU tidak menarik lagi bagi mereka, kenyataannya mereka lebih percaya hanya dengan MANDI air yg dirajah mereka percaya sudah bisa membuang AURA NEGATIF (padahal tidak ada aura positif atau negatif, aura ya aura), atau dikatakan membuang nasib jelek (padahal nasibmu ya terserah kamu), energi negatif (jin sering menjadi kambing hitam alias yg disalahkan). dll. Hhmmm… diblog inipun sdh dibabar PENYELARASAN DGN ALAM SEMESTA, lantas apa sih yg dimaksud penyelarasan dgn alam semesta?
Secara ilmiah, penyelarasan dgn alam itu adalah ibarat teknologi analog melakukan sinkronisasi dengan teknologi digital, tuning gelombangnya analog tetapi memiliki out-put digital. Sama halnya manusia itu jagat cilik (microcosmos) dan alam semesta adalah jagat besar (macrocosmos), sifat-sifat alam semesta harus juga kita miliki, misalnya alam semesta itu bersifat memberi dan selalu “YA”.
Walaupun hanya pohon BENALU, ternyata tidak pernah membuat mati pohon yg ditumpanginya. Dulu orang bangga kalau mengkonsumsi sayuran hygroscopic (tumbuh tdk menggunakan tanah), selain mahal juga dipercaya bebas dari bakteri. Ternyata sayuran tsb tidak bergizi. Justru tanaman yg tumbuh di atas tanah dgn banyak bakterinya merupakan sayuran yg penuh gizi. Ini semua adalah KUASA TUHAN yg mengatur rantai EKOSISTEM dimana masing-masing melakukan hukum alam adalah MEMBERI. Kalau Anda mau sukses mulailah hidup memberi (gitu kok repot).

Banyak orang yg struggle (bersusah-payah) menjalani hidupnya karena kesusahan dalam mencari nafkah, sehingga stress yg akhirnya mengidap penyakit. Kegagalan demi kegagalan yg dialaminya sdh mendarah daging, sehingga mereka berpikir hanya dengan KESAKTIAN segala persoalan hidupnya dapat secara INSTAN dapat diselesaikan, karena cara-cara yg umumnya orang lakukan sdh tidak berhasil. Tetapi apakah memang demikian? jawabnya TENTU TIDAK.

Hhmmm … saya mensyukuri masih ada yg mau merubah mind-set nya, dan saya tidak merisaukan orang yg mengabaikan sesi saya. Bagi saya tidak ada bedanya, yg pasti saya sudah berusaha untuk tetap konsisten memberikan pelajaran tsb, apakah dipakai oleh orang lain atau tidak. Di sini saya meneruskan pembabaran untuk artikel MANTRA UNTUK SEBUAH HIDUP BERKELIMPAHAN, yaitu menjelaskan tentang pikiran sadar dan pikiran dibawah sadar, sehingga Anda ngeh ….

PIKIRAN SADAR DAN BAWAH SADAR

Orang adalah apa yang dipikirkannya sepanjang hari. —RALPH WALDO HMERSON

Ketika gelombang BETA otak mendominasi, seseorang akan berada dalam kondisi sadar dan terjaga. Hal ini diper¬lukan agar kita dapat berkonsentrasi pada sesuatu. Anda bisa bayangkan bagaimana jadinya ketika Anda tidak bisa berkonsentrasi pada sesuatu. Sulit bagi Anda untuk bekerja dan bergaul. Anak-anak autis sesungguhnya adalah anak-anak yang sangat kurang gelombang BETA pada otaknya atau bahkan tidak ada sama sekali. Dengan kata lain, otaknya belum dapat meng-aktifkan gelombang BETA.
Apa yang terjadi pada anak autis? Ia menjadi tidak bisa ber¬konsentrasi terhadap sesuatu. Sebagai akibatnya ia menjadi anak yang tidak bisa memerhatikan keadaan sekelilingnya, la hanya senang dengan keadaannya sendiri. Konsentrasi membantu kita untuk bisa fokus pada suatu keadaan tertentu.
Namun, ketika kita melakukan konsentrasi tinggi dalam ren¬tang waktu yang agak lama, kita menjadi lelah. Kelelahan ini sering juga disebut sebagai stres ringan. Hal ini terjadi karena kira mengarahkan seluruh pikiran dan tenaga kita hanya pada satu hal tertentu. Anda bisa bayangkan bagaimana jadinya jika seluruh pikiran dan energi Anda fokuskan pada beberapa hal sekaligus. Anda akan menjadi semakin stres.
Dan inilah yang terjadi pada sebagian besar manusia. Ketika gelombang beta mendominasi, ketika pikiran diarahkan untuk fokus dan berkonsentrasi pada banyak hal, yang akan timbul adalah stres berat. Anda bisa mencoba hal ini sekarang juga.
Cobalah untuk memikirkan keadaan keuangan Anda saat ini, sambil melakukan hal tersebut, cobalah pikirkan juga ten¬tang masa depan Anda yang belum Anda ketahui. Sambil memikirkan keduanya, cobalah Anda pikirkan tentang peker¬jaan Anda yang tertunda, tambahkan lagi dengan memikirkan hal-hal lain. Jika ini dilakukan secara serempak. Anda bisa mengalami stres berat.
Apa saja yang Anda alami jika Anda mengalami stres yang amat berat? Berdasarkan penelitian, ego Anda akan mengambil- alih keadaan dengan melakukan salah satu atau beberapa hal berikut ini:
1. pengingkaran
2. penindasan
3. penolakan
4. menutup diri atau melindungi diri
5. mengganti dengan sesuatu yang lain
6. menyesuaikan diri
7. menyerah
8. mengubah (membuat formasi baru)
9. tidak melakukan apa-apa (menunggu)
10. mundur teratur
11. mengalihkan pada hai yang lain

Untuk itulah kira membutuhkan bantuan agar kita bisa meng¬olah semua informasi yang masuk. Bantuan ini dapat kita peroleh secara cuma-cuma karena secara otomatis pikiran bawah sadar sudah melakukannya. Apa yang tidak dapat diproses oleh pikir¬an sadar, akan diproses oleh pikiran bawah sadar. Dan, untuk niengakntkan pikiran bawah sadar secara sadar adalah membuat gelombang otak Anda berada pada frekuensi alfa atau tera.

PERBEDAAN ISTILAH SADAR DAN BAWAH SADAR
denting untuk diingat bahwa kedua jenis pikiran ini bukanlah dua pikiran. Keduanya hanyalah dua lingkup kegiatan dalam satu pikiran. Pikiran sadar adalah pikiran yang menalar. Pikiran sadur adalah fase pikiran yang memilih. Semua keputusan di¬buat dengan pikiran sadar. Sebaliknya, tanpa pikiran sadar dan kontrol dari pikiran sadar, jantung tetap berfungsi secara otoma¬tis, begitu juga dengan proses pencernaan, sirkulasi darah, dan pemapasan dilakukan oleh pikiran bawah sadar melalui proses yang rak tergantung pada pengendalian sadar.
Pikiran bawah sadar kita menerima apa yang dikesankan padanya atau apa yang secara sadar kita percayai. Pikiran ba¬wah sadar tidak menalar apa-apa seperti pikiran sadar, dan ti¬dak pernah membantah Anda sekali pun. Pikiran bawah sadar bagaikan tanah yang menerima bibit apa pun, baik atau buruk. Selain itu, kemungkinan diwujudkannya suatu pikiran menjadi kenyataan jika buah pikiran tersebut berada di pikiran bawah sadar adalah sebesar 88%. Sedangkan, kemungkinan terwujud¬nya buah pikiran pada pikiran sadar adalah 12% saja.
Buah pikiran kira itu laksana bibit yang tertanam dalam pi¬kiran bawah sadar. Walaupun buah pikiran kita bersifat negatif, pikiran bawah sadar tidak akan mempertanyakannya dan akan menjalankannya dengan sangat baik. Dan, pada akhirnya akan terwujud dalam pengalaman luar kita. Begitu pun halnya de¬ngan buah pikiran yang positif. Perlu juga diingat bahwa apa yang disebut sebagai sesuatu yang positif bisa sangat negatif bagi kita. (Mengenai pembahasan ini dapat Anda lihat pada pelajaran berikutnya nanti).
Jadi ingatlah, pikiran bawah sadar tidak ikut membuktikan apakah buah pikiran kita baik atau buruk, benar atau salah, tetapi bereaksi sesuai dengan keyakinan kini terhadap buah pikiran kita atau pengandaian kita. Jika sesuatu itu Anda anggap benar dan Anda meyakininya (walaupun mungkin tidak benar), pi¬kiran bawah sadar akan menerimanya sebagai suatu kebenaran dan mulai bergerak untuk mewujudkannya dalam kenyataan.

KETIKA PIKIRAN BAWAH SADAR MENERIMA SUATU GAGASAN
Adalah suatu kebenaran yang menarik dan sulit dimengerti bah¬wa hukum pikiran bawah sadar bekerja sama baiknya dengan ga¬gasan baik ataupun gagasan buruk. Begini pikiran bawah sadar menerima suatu gagasan—baik atau buruk—pelaksanaannya langsung dimulai.
Hukum ini, bila diterapkan secara negatif, akan menyebabkan kegagalan, frustasi, dan keridak-bahagiaan. Sebaliknya, begitu pemikiran Anda serasi dan konstruktif. Anda akan mengalami kesuksesan, keberhasilan, dan kebahagiaan. Kedamaian hati dan tubuh yang sehat terjadi dengan sendirinya kalau Anda mu¬lai berpikir dan merasa secara benar. Apa pun yang ada dalam pikiran Anda anggap benar dan Anda rasa benar, akan diterima oleh pikiran bawah sadar Anda dan diwujudkan dalam penga¬laman Anda. Satu-satunya yang harus Anda lakukan adalah membuat pikiran bawah sadar menerima gagasan Anda, dan hukum pikiran bawah sadar Anda akan secara otomatis menda¬tangkan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan.
Anda cukup memberi perintah atau ketetapan, dan pikir¬an bawah sadar akan secara setia mereproduksi gagasan yang tercetak padanya. Hukum pikiran Anda adalah sebagai beri¬kut:
ANDA AKAN MENDAPAT SUATU REAKSI ATAU JAWABAN DARI PIKIRAN BAWAH SADAR SESUAI DENGAN HAKIKAT PIKIRAN ATAU GAGASAN DI DALAM PIKIRAN SADAR ANDA.
Para peneliti telah membuktikan bahwa bila buah pikiran disampaikan ke pikiran bawah sadar akan timbul kesan pada sel-sel otak. Segera setelah pikiran bawah sadar menerima suatu gagasan, pikiran bawah sadar langsung memberlakukannya. Hal itu dilakukan dengan menghubungkan gagasan-gagasan dan menggunakan setiap butir pengetahuan yang telah terkumpul selama masa hidup untuk mencapai tujuannya, dengan meman¬faatkan kekuatan, energi, dan kebijaksanaan yang tidak ada batasnya dalam diri kita, dikerahkannya semua hukum alam un¬tuk melaksanakan maksudnya. Ada kalanya sangat cepat, dan ada kalanya membutuhkan waktu yang agak lama untuk mewu-judkannya dalam pengalaman luar kita.
Selain itu, karena pikiran bawah sadar tidak memilih-milih suatu gagasan, dan menerima gagasan apa saja yang masuk, sebaiknya Anda perlu berhati-hati dan teliti memasukkan buah pikiran atau gagasan Anda ke dalam pikiran bawah sadar Anda. APA YANG SERING ANDA PIKIRKAN DAN UCAPKAN SECARA SADAR DENGAN BERULANG-ULANG PADA AKHIRNYA AKAN DITERIMA SEBAGAI SUATU KEBENARAN OLEH PIKIRAN BAWAH SADAR.
KARAKTERISTIK PIKIRAN BAWAH SADAR
Mari kira melihat beberapa karakteristik penting dari pikiran bawah sadar:
1. Pikiran bawah sadar bersifat subjektif
Jika pikiran sadar adalah pikiran yang objektif (karena menyangkut objek luar), pikiran bawah sadar bersifat subjektif. Pikiran sadar mengamati dengan media pan¬caindra, belajar lewat pengamatan, pengalaman, dan pendidikan. Sedangkan, pikiran bawah sadar memerha¬tikan lingkungan tanpa berhubungan langsung dengan pancaindra. Dalam pikiran subjektif terdapat emosi, kepribadian, dan memori kita. Disebut juga sebagai pi¬kiran subjektif karena kebenarannya bergantung pada sistem kepercayaan yang diyakini oleh pikiran bawah sa¬dar. Pikiran subjektif juga mempunyai penglihatan dan pendengaran indra ke-enam. Jika pikiran objektif sedang tidak bekerja atau sedang mengantuk, pikiran subjektif akan melaksanakan fungsi tertingginya.

2. Pikiran bawah sadar tidak dapat membantah
Jika suatu sugesti diberikan kepada pikiran bawah sadar, pikiran bawah sadar tidak dapat membantah dan berda¬lih. Jika buah pikiran itu adalah salah, pikiran bawah sadar akan menerimanya sebagai suatu kebenaran dan akan menyimpannya untuk diteruskan sebagai keadaan, pengalaman, dan kejadian. Segala sesuatu yang terja¬di pada diri kita didasarkan pada bahan pikiran yang dikesankan pada pikiran bawah sadar melalui kepercaya¬an. Dan, jika sudah diterima oleh pikiran bawah sadar, hal ini akan menjadi kebiasaan kita. Semakin sering Anda memberikan buah pikiran negatif, semakin kuat¬lah pikiran bawah sadar meyakininya sebagai suatu ke¬benaran. Kebenaran ini akan menjadi penghalang besar jalan hidup Anda. Begitu pula sebaliknya, semakin se¬ring Anda memberikan buah pikiran positif, semakin kuatlah pikiran bawah sadar akan meyakini sebagai sua¬tu kebenaran juga. Namun kali ini, kebenaran ini akan memberikan kebahagiaan dan kesuksesan pada jalan hidup Anda.

3. Pikiran bawah sadar dapat menerima sugesti
Pikiran sadar adalah “pengawas di gerbang”, dan fungsi utamanya adalah melindungi pikiran bawah sadar dari kesan yang keliru. Pikiran bawah sadar tidak dapat membuat perbandingan atau kontras, dan Lidak dapat menalar dan berpikir sendiri. Semua fungsi ini adalah fungsi dari pikiran sadar. Oleh sebab itu, berhati-hatilah memilih secara sadar sugesti yang akan diberikan kepa¬da pikiran bawah sadar. Kekuatan terbesar Anda adalah memiliki kapasitas untuk memilih. Jadi, pilihlah KEBA¬HAGIAAN dan KELIMPAHAN.

4. Pikiran bawah seular bersifat melindungi
Apa pun yang telah menjadi kebenaran pada pikiran bawah sadar akan dijalankan secara otomatis, tak pe¬duli baik atau buruk. Oleh sebab itu, jika ada suatu pemikiran baru dan merupakan pilihan baru yang dila¬kukan oleh pikiran sadar, hal itu akan selalu ditolak oleh kebenaran yang telah diyakini sebelumnya oleh pi¬kiran bawah sadar. Dengan kata lain, akan timbul kon¬flik internal dalam diri Anda. Hal ini terjadi karena semata-mata pikiran bawah sadar bersifat melindungi diri kita dengan menjalankan program otomatis yang telah diyakininya sebagai suatu kebenaran.

5. Pikiran bawah sadar juga sering disebut sebagai perasaan
Apa pun yang dipilih dan menjadi keinginan pikiran sadar akan selalu mendapat respons dari keyakinan yang telah tertanam sebelumnya pada pikiran bawah sadar. Respons tersebut sering kali berupa perasaan yang Anda rasakan ketika menginginkan sesuatu yang baru secara sadar. Jika keinginan sadar Anda selaras dengan keyakinan dalam pikiran bawah sadar, Anda akan merasa tenang dan bahagia. Sebaliknya, jika ke¬inginan yang Anda sadari tersebut tidak selaras dan sejalan dengan keyakinan dalam pikiran bawah sadar, akan timbul respons berupa perasaan tidak nyaman dan tidak percaya diri.

6. Pikiran bawah sadar tidak menerima lelucon
Berhati-hatilah dengan apa yang Anda katakan walau¬pun itu hanya sebuah lelucon. Apa pun yang Anda katakan dengan berulang-ulang pada akhirnya akan diterima oleh pikiran bawah sadar sebagai suatu kebenar¬an. Dan, jika sudah menjadi suatu kebenaran, program ini akan dijalankan secara otomatis untuk diwujudkan dalam kehidupan Anda.

7. Pikiran bawah sadar adalah buku hidup
Apa pun buah pikiran, kepercayaan, pendapat, teori, atau dogma yang Anda tuliskan. Anda ukirkan, atau Anda kesankan pada pikiran bawah sadar. Anda akan mengalaminya sebagai manifestasi objektif lingkungan, keadaan, dan peristiwa. Apa yang Anda tuliskan di da¬lam, akan Anda alami di luar. Pikiran bawah sadar hanya bertindak berdasarkan apa yang diterimanya. Segala keputusan atau kesimpulan dari pikiran sadar Anda dite¬rimanya sebagai final. Itulah sebabnya, setiap saat Anda selalu menulis dalam buku hidup Anda, tulislah hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi diri Anda.
8. Pikiran bawah seular bersifat memaksa
Apa pun yang diyakini oleh pikiran bawah sadar akan terbentuk menjadi kebiasaan kita. “Kita adalah makh¬luk kebiasaan,” kata Aristoteles. Ketika sudah menjadi kebiasaan, secara otomatis kebiasaan ini akan selalu me¬maksa kita. Jika Anda keluar dari rutinitas kebiasaan ter¬sebut, Anda akan dipaksa untuk kembali pada rutinitas kebiasaan yang telah diyakini oleh pikiran bawah sadar. Inilah menjadi alasan kenapa sebuah kebiasaan sulit di¬ubah. Anda hanya bisa mengubah sebuah kebiasaan jika pikiran bawah sadar telah menerima hal baru sebagai suatu kebenaran.

9. Pikiran bawah sadar menegaskan apa yang kita rasa sebagai benar
Gagasan yang dominan selalu diterima oleh pikiran bawah sadar. Jika Anda dipenuhi oleh iri hati dan ke¬cemburuan terhadap orang lain, hal ini akan menjadi batu sandungan bagi mengalirnya kekayaan. Anda ber¬ada dalam dominasi gagasan kemiskinan. Jadi, milikilah gagasan yang sebaliknya, yaitu bergembiralah atas keka¬yaan dan kesejahteraan orang lain sehingga Anda juga akan diliputi oleh perasaan penuh makna dan kaya.

KISAH MENARIK TENTANG KEAMPUHAN PIKIRAN BAWAH SADAR
Saya ingin Anda melihat dan merasakan sepenuhnya kisah nya¬ta berikut ini, yang membuktikan kekuatan dahsyat dari pikiran bawah sadar:
Ada suatu kasus penyembuhan yang terkenal dan diakui memang betul-betul terjadi, dan laporannya tersimpan dalam arsip departemen kesehatan Lourdes, Prancis. Madam Bire. be¬gitu nama nyonya dari Prancis itu, menderita kebutaan karena saraf optiknya mengalami atrofi dan tidak berguna. Ia pergi ke Lourdes dan di sana mendapatkan apa yang dinamakan kesem¬buhan ajaib (mukjizat).
Ruth Cranston menulis tentang Madam Bire di majalah McCall’s pada November 1955 sebagai berikut: “Di Lourdes ia memperoleh kembali penglihatannya secara tak terpercaya, ka¬rena saraf optiknya tetap tidak bekerja dan tidak berfungsi, me¬nurut hasil pemeriksaan beberapa dokter berkali-kali. Sebulan kemudian, ketika diperiksa kembali, ternyata mekanisme peng¬lihatannya telah kembali normal. Tetapi pada mulanya, sejauh yang dapat dikatakan oleh para ahli kedokteran, ia melihat de¬ngan ‘’mata mati’’.
Madam Bire disembuhkan oleh pikiran bawah sadarnya yang percaya terhadap kepercayaan yang diyakininya. Prinsip penyembuhan dalam pikiran bawah sadarnya bereaksi terhadap apa yang dipikirkan oleh wanita itu. Kepercayaan adalah suatu buah pikiran dalam pikiran bawah sadar. Percaya berarti menerima sesuatu sebagai benar. Dalam ilmu tentang DNA, kepercayaan sepenuhnya yang dilakukan oleh Madam Bire telah mengaktifkan sel-sel DNA-nya yang berfungsi unnik penglihatan.

Sumber: Syam, Syahril – The Secret of Attractor Factor

 
60 Komentar

Ditulis oleh pada 27 Oktober 2011 in ARTIKEL

 

“SEBAB” TURUNYA RIZKY DARI ALLAH”

“SEBAB” TURUNYA RIZKY DARI ALLAH”
Oleh: Ki sableng (Padepokan Sekar Putih)

Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.

Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.

Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:

1. Takwa Kepada Allah

Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, artinya, “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3)

Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.
Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, “Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya.”

Allah swt juga berfirman, artinya,
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. 7:96)

2. Istighfar dan Taubat

Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam, “Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun” niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. 71:10-12)
Al-Qurthubi mengatakan, “Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan.”

Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”, lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah”. Ada lagi yang mengatakan, “Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!” Maka beliau menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah”. Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah.”
Maka orang-orang pun bertanya, “Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar.” Beliau lalu menjawab, “Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)

Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.

3. Tawakkal Kepada Allah

Allah swt berfirman, artinya,
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. 65:3)
Nabi saw telah bersabda, artinya, “Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)

Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.

Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.

4. Silaturrahim / silaturahmi

Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:
-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya, ” Dari Abu Hurairah ra berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim.” (HR Al Bukhari)
-Sabda Nabi saw, artinya, “Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur.” (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)
Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.

5. Infaq fi Sabilillah

Allah swt berfirman, artinya,
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. 34:39)

Ibnu Katsir berkata, “Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak.”

Juga firman Allah yang lain,artinya, “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:267-268)

Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, “Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu.” (HR Muslim)

6. Menyambung Haji dengan Umrah

Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas’ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya, “Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani).
Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.

7. Berbuat Baik kepada Orang Lemah

Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,
“Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian.” (HR. al-Bukhari)
Dhu’afa’ (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.

8. Serius di dalam Beribadah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, artinya,
“Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu.”
Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu’ hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.

Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.

Wassalam,

 

PENCERAHAN

PENCERAHAN
Oleh: KI Abduljabbar

Hari Minggu 23 Oktober 2011, pada acara KWA Jakarta di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan saya membabar LoSA (Law of Spiritual Attraction) untuk kesuksesan sama seperti yg sdh saya posting di blog ini. Sayang sekali hanya beberapa yg mengikuti dan mereka penuh antusias. Hal ini sama dengan mereka yg antusias 50% sudah menuju sukses. Di sini akan saya luruskan suatu pemahaman mengingat kalau sudah bicara tentang KESAKTIAN banyak yg sangat antusias. Padahal sudah jutaan orang yg mengamalkan kesaktian, kejadugan, dll 99% menemui kegagalan. Belum mereka yg mempercayai “orang Pinter” sudah menjadi kurban PENIPUAN. Misalnya ingin sembuh dari sakit sengaja datang kepengobatan alternatif, bukan kesembuhan yg didapat, malah duit hilang nyawapun melayang. Belum lagi yg percaya dengan uang instan. Ujung-ujungnya hanya membuang waktu dan tenaga serta rugi material.

Saya sejak tahun 1987 sudah malang melintang mencari kesaktian, dari ujung banten sampai ujung Jawa Timur, tetapi semua hanya menawarkan janji palsu. Bahkan pernah di Pandaan saya mengikuti sesi meditasi untuk segala kesaktian, pada sesi uji coba dengan mematahkan batang pompa dragon, ternyata panitia tidak bisa mematahkannya. Akhirnya hanya saya sendiri yg melakukan, itupun saya lakukan untuk menutupi malu panitia. Pada waktu itu saya sdh bisa mematahkan 5 batang pompa dragon sekaligus, apalagi ini hanya satu batang. Ini semua saya dapatkan bukan dengan amalan mantra, tetapi memang pengolahan napas ketika belajar di Betako Merpati Putih.
Demikian juga ketika saya mampu melontarkan penyerang yg berjumlah 6 orang di Cempaka Baru, Jakarta Pusat. Juga bukan karena mantera-mantera, tetapi melakukan olah napas dan jurus 5 di PPS Sin Lam Ba. Ketika saya di litbang Sin Lam Ba, saya mengambil kesimpulan bahwa:
1. Malaikat, khodam hanya tunduk atas perintah Allah Ta’ala.
2. Kekuatan yg maha dahsyat sdh ada di dalam diri manusia. Perbedaan antara otak manusia dgn binatang adalah pada akal dan
pikiran. Otak pada binatang sdh diprogram oleh Allah Ta’ala, sehingga seekor kucing yg baru lahir pun sdh bisa buang kotoran di pasir karena mudah ditutupinya. Kalau manusia harus menggunakan pikiran dan akalnya untuk dapat melakukan semuanya.
3. Amalan-amalan mantra merupakan afirmasi, jika kita tidak tahu maksudnya maka tidak ada yg menterjemahkannya, sehingga banyak yg gagal mengamalkannya.
4. Semua kejadian di alam semesta ini terikat oleh hukum alam yg digerakkan oleh Allah ta’ala. baik Allah dan Alam Semesta selalu berkata “YA”. Demikian juga dengan pikiran bawah sadar Anda, selalu berkata “YA”.
5. Kewaskitaan (keparanormalan) seseorang, bisa terjadi bukan karena amalan, melainkan karena maunah atau karomah dari Allah Ta’ala sebagai bonus spiritual kita atas ketaqwaan kepada Allah Ta’ala.
6. Komunikasi manusia dengan alam semesta menggunakan pikiran yg disampaikan melalui GETARAN (frekuensi).
7. Seluruh manusia terikat dengan hukum alam yg berlaku linear, sehingga peristiwa yg terjadi bukanlah suatu KEBETULAN, tetapi merupakan rangkaian yg memiliki keterikatan sebelumnya atau masa lalu. Misalnya Anda memenangkan undian berhadiah, itu bukan nasib Anda yg sdg beruntung atau suatu peristiwa kebetulan Anda menang. Semua itu bisa terjadi karena mimpi Anda yg sudah direspon oleh Allah Ta’ala, bahwa sdh saatnya Anda mendapatkannya. “Berdoalah kepada-Ku, Aku akan berikan” demikian janji Allah di Al-Qur’an.
8. Sabda Allah:”Aku adalah seperti apa yg hamba-Ku pikirkan” dan “Aku tidak akan merubah nasib suatu kaum, kalau kaum itu sendiri tidak mau merubahnya”. Artinya: Kita manusia harus memiliki rencana, kalau kita GAGAL MERENCANAKAN sudah sama halnya kita MERENCANAKAN GAGAL. Maka pikirkan dan visualisasikan cita-cita Anda, Allah akan mewujudkan.

Demikian beberapa dalil, mohon Anda RENUNGKAN.

Intermezo:
Suatu peristiwa di kampungku Taman Sentosa ada beberapa warga kehilangan uang, mereka percaya itu perbuatan Tuyul. Mereka minta saya untuk melakukan penangkapan. Saya menolak, karena semua kejadian di alam semesta ini ada hukum sebab dan akibat. Mereka yg kehilangan uang karena tidak amanah, karena tidak memberikan sebagian rejekinya untuk zakat, infaq dan sodaqoh, maka Allah ta’ala akan mengambilnya. Tetapi ada tetangga yg merasa bisa karena pernah berguru ilmu hikmah, mencoba melakukan penangkapan dengan metoda merapal mantera. Yang terjadi justru orang tsb kesurupan sampai 2 kali.

Masih di kampung saya, ada yg kesurupan dari ba’da Maghrib sampai jam 23:45. Sudah 6 Ustadz gagal menolong, bahkan Ayat Kursyi yg dibaca Ustadz tsb ditirukan oleh orang yg kesurupan bahkan tajwid nya lebih bagus. Pada saat saya datang jam 23:30 cewek tsb sdh dirubung banyak orang, ada yg menggunakan tenaga dalam, ada yg mencet kepala, leher, jari kaki. Untungnya tidak ada yg mencet dada.
Saya kalau dgn jin memang tdk pernah salam, krn saya tdk tahu apakah jin itu muslim atau kafir. Tetapi saya mengeluarkan energi kasih sayang, yaitu dgn tersenyum dan mengajak ngobrol. Setelah ngobrol sana-sini, baru saya jabat tangannya (orang yg kesurupan tsb), sambil berkata:”cari tempat yg layak untuk Anda, saya mau keluar ruangan ini. Kalau Mau ikut, saya persilahkan”. Alhamdulillah saat saya sdh di luar rumah, orang-orang yg ada di dalam rumah tsb berteriak “sudah sadar, sudah sadar”.

kampungku di Taman Sentosa memang angker, tetapi mereka tidak mengganggu. Meskipun banyak orang yg cerita sdh diperlihatkan makhluk Kuntilanak dan pocong, tetapi saya sama sekali belum pernah, meskipun saya sering tengah malam jalan-jalan menyusuri jalan-jalan di perumahan. Karena saat itu saya sebagai koordinator keamanan warga.

wassalam,

 
62 Komentar

Ditulis oleh pada 24 Oktober 2011 in ARTIKEL

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 841 pengikut lainnya.