RSS

SEMEDI, DZIKIR, MEDITASI dan KONTEMPLASI

27 Nov

SEMEDI, DZIKIR, MEDITASI dan KONTEMPLASI

Oleh: 4 _r d h i_ 4

Barangkali kita semua tidaklah merasa asing mendengar judul yang saya buat diatas, namun sejenak saya hanya ingin mencoba memberikan penjabaran berdasarkan pengalaman yang saya miliki. Apa sih sebenarnya tujuan Meditasi atau Kontemplasi itu yang sesungguhnya…??. Meditasi bisa disamakan dengan ZIKIR, malahan dalam istilah Jawa hal ini biasanya disebut dengan “ manekung “ yang berasal dari kata “ tekung “ yang bermakna sebagai sikap yang “ tunduk “ atau menundukkan diri. Dalam khazanah pendaki Spiritual ( sufisme ) zikir berarti secara terus-menerus menyebut kata-kata tertentu secara berulang-ulang. Biasanya berupa kata “ pujian “ terhadap Tuhan Hyang Moho Tunggal yang pada intinya zikir adalah sebagai formula untuk mengingat –ingat akan keberadaan Tuhan. Dalam praktiknya zikir berupa aktifitas menuangi pikiran dan hati dengan nama atau pujian terhadap Tuhan. Atau menuangkan “ Asma “ Tuhan ke dalam hati dan pikiran sehingga tak ada nama lain dalam hati dan pikiran tadi selain Asma-Nya.

Lalu apa yang disebut dengan Meditasi..??. Meditasi adalah MERENUNGKAN atau MERESAPKAN dan bisa juga bermakna PIKIRAN yang amat DALAM yang bertujuan untuk mencapai KESADARAN DIRI dan untuk mencapai OBYEK SPIRITUAL, guna menjadi manusia-manusia yang TERCERAHKAN. Sehingga dalam prakteknya dalam kehidupan bermasyarakat diharapkan bisa menjadi manusia yang penuh KEARIFAN, BIJAK dan KASIH SAYANG terhadap sesama makhluk dalam segala tindakan dan perbuatannya.

Kang sinedyo tineken Hyang Widi… ( Yang diinginkan dikabulkan oleh Tuhan )
Kang kinasara dumadakan keno… ( Yang dikehendaki tiba-tiba didapat )
Tur sisihan Pangerane… ( dan dikasihi oleh Tuhan )
Nadyan tan weruh iku… ( Meskipun dirinya tidak tahu )
Lamun nedyo muja semedi… ( Akan tetapi ketika dia hendak melakukan semedi )
Sesaji neng segoro… ( Dia memberikan sesajian di Samudera/ Hati/Qalbu )
Dadya ngumbaraku… ( Jadilah pengembaraan itu )
Dumadi sariro tunggal… ( Untuk menjadi SATU DIRI )
Tunggal jati swara aowr ing Hartati… ( Satu kesejatian suara yg ada dalam QALBU )
Kang aran Sekar Jempina… ( Itulah yang disebut Bunga Jempina )

Yah..yah..orang yang dijaga oleh Tuhan sudah tentu semua kehendak akan dikabulkan-Nya. Yang dijaga oleh Tuhan adalah orang-orang yang dapat mengendalikan “ daya nafsu “ yang ada dalam dirinya. Daya nafsu tersebut hanya dikendalikan saja bukan untuk dibasmi…!!. Membasmi daya nafsu sama dengan menyalahi KODRAD manusia itu sendiri.
Daya dorong kearah positif dan negatif harus, diselaraskan, diharmoniskan dan selalu dijaga keseimbangannya. Jika daya nafsu bisa kita kendalikan dengan baik, itu sama artinya kita telah bergerak untuk menyatukan DIRI dengan Tuhan Hyang Moho Tunggal. Menyatukan yang saya maksudkan bukanlah dalam pengertian menyatunya Dzat manusia dengan Dzat Tuhan loh…??. Bukan demikian..!! Manusia tidak perlu menyatukan DIRINYA dengan Dzat Tuhan, karena Tuhan keberadaan-Nya sudah meliputi segala sesuatu. Yang perlu disatukan itu adalah “ Sifat, Asma dan Af’al “ manusia, agar selaras dengan sifat, asma dan af’al Tuhan yang telah diberikan kepada semua manusia sebagai KODRAD dan IRODAD yang sudah ada dalam diri setiap manusia. Jadi tugas manusia hanyalah “ MENYELARASKAN, MENYERASIKAN “ dengan Kodrad dan Irodad Tuhan.
Untuk bisa menyatukan diri dengan Tuhan, manusia dalam berbagai cara melakukan diantaranya adalah dengan cara MEDITASI, KONTEMPLASI yang dalam hal ini manusia harus bisa menyatukan segenap PERASAAN dan PIKIRAN dengan nafasnya dalam bermeditasi. Puncak dari adanya penyatuan ini biasanya dalam ukuran minim yang bisa terasa adalah timbulnya “ ketenangan Jiwa “ dan tentramnya Qalbu. Ya..ya.. hanya dengan “ mengingat “ Tuhan lah qalbu / hati bisa menjadi tenang ( QS. Ar-Ra’d . 28 )
Meditasi, Kontemplasi, Dzikir hanyalah sarana dan cara untuk meningkatkan kesempurnaan SPIRITUAL. Dalam hal ini saya membagi dalam 3 ( tiga ) tahapan yang harus dilakukan dalam bermeditasi, kontemplasi, dzikir :
Pertama,
Bagi kita yang hendak melakukan meditasi, dzikir dan kontemplasi harus dapat melakukan dalam khazanah Jawa disebut “ sesaji ing segoro “ yaitu mengutamakan peranan QALBU, HATI atau NURANI. Kita harus bisa mengendalikan Hati sehingga pengembaraan dari sang Perasaan, Pikiran dan daya Nafsu benar-benar menyatu dalam suatu kehendak yang kuat untuk “ mengeleminir “ dorongan hawa nafsu di dalam semedi ( meditasi ). Dalam PUJA SEMEDI itu bertujuan untuk MENGOSONGKAN HATI dari segala hal yang SELAIN Tuhan. Hasrat yang ada di dalam hati lenyap, pikiran telah diam tak mengembara lagi, senyap dari segala ILUSI…!! Suara nafas kini sudah tak terdengar lagi, suara Batin tatkala kita melantunkan Dzikir pun telah hilang dan lenyap yang ada hanyalah CAHAYA KEHENINGAN.
Dalam kondisi demikian hanya SUARA ( Qalam ) Illahi yang bisa masuk dan terekam.

He..he…halah..halah….jangan-jangan itu suara SYETAN terkutuk yang sengaja menggoda kita…? Jangan-jangan itu suara IBLIS yang menyelinap di dalam Hati kita…?? begitu bisikan keragu-raguan yang biasanya ada di dalam benak kita.
Syetan, Iblis atau apaun namanya TIDAK BAKALAN bisa masuk ke dalam rumah Tuhan ( QALBU ), rumah yang telah dibersihkan dari segala kotoran daya-daya nafsu. Bukankah perasaan dalam bermeditasi tadi telah SIRNA..?? Segala perasaan IRI, DENGKI, CEMBURU dan MARAH telah berubah menjadi KEHENINGAN…?? Hasrat hati dan BIRAHI telh sirna bahkan Angan-anganpun sudah tiada, tak ada lagi sarana dan wahana bagi si syetan dan Iblis untuk masuk dalam Hati ( QALBU ) yang sudah “ Hening dan Heneng “.

Kondisi meditasi, dzikir, kontemplasi yang sudah mencapai “ hening dan heneng “ ( diam dan jernih ) tanpa adanya usikan apapun inilah yang dinamakan oleh orang Jawa sebagai “ Sekar Jempina “ Sebuah keadaan yang Jem (tenang, tentram), pi ( sunyi, sepi, tersembunyi ), na ( diam dan berhenti ). Dengan demikian puncak daripada Semedi. Kontemplasi dan Dzikir adalah tercapainya kondisi yang Jempina.

Kedua,
Semedi, dzikir, Meditasi atau Kontemplasi merupakan cara untuk membersihkan diri dari program lama yang masih melekat pada pita kaset kehidupan ini. Pita hidup ini harus diisi dengan program yang lebih baik tentunya. Program lama diisi dengan Dzikir ( mengingat ) dan program baru harus disikan ,melalui perbuatan “ Amal Shaleh “ berupa segala tindakan dan perbuatan yang bermanfaat, baik bagi diri kita maupun bagi orang lain dan lingkungannya. Dalam hidup ini semua kenangan pahit harus dikubur dalam-dalam. Selama Semedi, Meditasi, Dzikir atau Kontemplasi pita hidup harus dibersihkan dan dikosongkan agar QALAM Illahi yang tanpa suara dan kata-kata itu bisa terekam oleh KESADARAN DIRI. Selanjutnya akan bersemilah benih-benih CINTA KASIH dan KERINDUAN untuk berbuat KEBAJIKAN terhadap sesama. Secara lahiriah Kebajikan itu dibuktikan dengan “ Budi Pekerti “ yang Hanif, Arif dan Ma’ruf dalam bersosialisasi dengan kelompok masyarakat. Misalkan saja kita harus taat hukum ( aturan ) bagi siapa saja. Kesadaran Diri ( Sukma Jati, Diri Sejati, Sirr ) keberadaanya akan selalu berdampingan dengan yang namanya “ angan-angan dan keinginan “ karena angan-angan dan keinginan ini terbit dan keluar dari adanya RASA. Dalam hidup ini, angan-angan dan keinginan merupakan pasanga hidup dari Diri Sejati. Ia senantiasa mengikuti sang Diri, baik dalam kehidupan sekarang ini maupun nanti setelah mati. Angan-angan dan keinginan tak pernah sirna, Ia merupakan bagian dari pada hidup. Bukankah hidup tak pernah mati…?? Yang mengalami mati itu hanyalah Jasad badan kasar yang dikubur dalam tanah. Sukma Jati ( Diri sejati, Sirr ) tidak akan ikut mati Ia tetap “ Langgeng tan keno Owah- Gingsir ing kahanan jati “ Jika sudah menyelesaikan tugasnya sebagai Khalifah di bumi, yah..ia akan kembali kepada Hyang Moho Tunggal, kembali ke Hadirat-Nya di alam kedamaian Puncak..!!. Sebagaimana firman Tuhan bahwa “ segala yang berasal dari-Nya akan kembali kepada-Nya “ dan siapa yang bener-bener akan kembali ke Hadirat-Nya..?? QS. Al Fajr 27 – 30 telah menjawab dengan tegas. Hanya Jiwa yang tenang saja yang akan kembali ke Hadirat-Nya…!.

Bila angan-angan dan keinginan itu terus menerus dituruti, ia semakin lengket pada sang Sukma Jati dan sulit untuk bisa ditinggalkan. Meskipun Jasad badan kasar telah mati dan terkubur dalam tanah, namu ia akan terus melekat pada sang Sukma Jati. Jika dalam kehidupan di Bumi angan-angan dan keinginan ini telah menyesatkan manusia, maka setelah matinya Jasad badan kasr tadi sang Sukma Jati akan mengalami Kesesatan. Perilaku buruk merupakan produk dari angan-angan dan pikiran yang kotor. Pekerti yang buruk merupakan wujud dari keinginan yang tidak bener. Angan-angan, pikiran dan tingkah laku yang buruk melekat pada sang Sukma Jati. Dan, mungkinkah Sukma Jati, Diri Sejati, Sirr yang telah TERSESAT selama di dunia ini akan bisa kembali di Hadirat-Nya…??

Ketiga,
Bila semedi, meditasi atau kontemplasi yang dilakukan benar-benar sempurna. Angan-angan, keinginan, pikiran dan ilusi telah lenyap, maka batin sang meditasi akan sentosa. Dia bebas dari segala macam gangguan batin. Kecemasan dan kekhawatiran juga lenyap. Tak ada lagi ketakutan dimana-mana sama saja yang ada hanyalah ketenangan dalam hidup. Di Kota dan di desa tiadalah berbeda hidup serasa merdeka. Karena sama-sama dalam perlindungan Gusti Hyang Moho Tunggal. Jika sudah demikian akan tumbuh dan berkembanglah sebuah sikap untuk “ Hamemayu Hayuning Bawono Langgeng “ terhadap Alam semesta ini. Jika ungkapan ini terwujud, maka tiada lagi petaka dan bencana. Jika bumi ini tetap terpelihara dan dijaga keseimbangannya, bumipun akan tumbuh dengan subur dan tentunya akan memberikan berkah dan kemakmuran bagi manusia. Manusi-manusianya akan hidup dalam ketentraman dan kesenangan. Pikiran jernih, keinginan hanya sebatas yang dibutuhkan oleh diri dan keluarga serta bangsa. Akhirnya sang Sukma Jati pun akan meninggi dalam keheningan yang menyelimuti sang pelaku semedi, dzikir, meditasi atau kontemplasi. Jiwanya akan selalu dalam kedamaian. Dengan demikian hidup di dunia dan akherat senantiasa dalam kesejahteraan ( khazanah ) dan akan dijauhkan oleh API BATINIAH yang menyala-nyala dan menjilat-njilat.

 

About these ads
 

42 responses to “SEMEDI, DZIKIR, MEDITASI dan KONTEMPLASI

  1. Ki Dalang Cipto Kawedar

    27 November 2011 at 2:30 PM

    Suatu postingan yg sangat bermanfaat bagi sedulur semua, dan tidak ada salahnya jika saya menjelaskan makna dari kontemplasi tsb.
    KONTEMPLASI adalah momen terpenting bagi seseorang untuk mengasah modal yg sdh dimilikinya untuk hidup berkualitas dan bermakna dalam kehidupan. Ibarat kontemplasi itu adalah sebuah pisau, jika masih tajam mampu menjadikan masalah menjadi berkah. Untuk mengasahnya perlu dilakukan paling lama dalan satu tahun satu kali melakukan kontemplasi, yaitu melalui Tafakur, Tadabur dan Tasyakur.

     
  2. areevz

    27 November 2011 at 2:37 PM

    Mantap..

     
  3. Joe chan

    27 November 2011 at 4:29 PM

    “Cahaya petunjuk” yg mantap pak 4_ardi_4

    d(>_<)b

     
  4. adhi_tiya

    27 November 2011 at 5:48 PM

    Nyimak aj..

     
  5. harmanto

    27 November 2011 at 6:30 PM

    yapz moga sy bs menjlnkan sedikit demi sedikit,trma kasih pencerhnx

     
  6. musafir

    28 November 2011 at 2:17 AM

    no coment, dah komplit dan jelas
    mungkin mengaplikasikan nya lebih sulit

     
  7. arya wisanggeni

    28 November 2011 at 9:41 AM

    Ijin nyimak KM…..

     
  8. hettaheppi

    28 November 2011 at 4:59 PM

    Salam Rahayu Ki Abduljabbar, Ki Ageng Jembar Jumantoro, Ki Gatoloco, Ki Thanmust Thepost dan poro sesepuh di dalam Universitas Energi Sejati.
    Ijinkan, saya menyimak artikel yang berjudul : SEMEDI, DZIKIR, MEDITASI dan KONTEMPLASI.
    Salam dan terima kasih,
    Hetta

     
  9. Al-semar ,

    28 November 2011 at 7:22 PM

    Alhamdulillah bisa hadir, ijin nyimak,..

     
  10. {nge$at-riyo}

    30 November 2011 at 3:42 PM

    SLM TAKDZIM …SANTRI GUNDHUL…hmm

     
  11. teguh

    1 Desember 2011 at 6:49 AM

    ki trimakasih tlah memberi jln untuk hidup yang tenang

     
  12. sandra

    1 Desember 2011 at 9:05 AM

    mantaf,,

     
  13. denlanang

    1 Desember 2011 at 10:37 AM

    hadir nyimak
    selamatpagi semuanya, pencerahan yg indah dan mantap

     
  14. djumardi maulana

    2 Desember 2011 at 2:22 PM

    mantap sekali pencerahannya, kalo boleh minta info, ibarat mencuci pakaian kita berharap pakaian kita jadi bersih, nah dengan apa serta bagaimana caranya/lelakunya membersihkan pakaian/hati itu, tks. wassalam.

     
  15. djumardi maulana

    2 Desember 2011 at 2:24 PM

    baik sekali, mohon kalo sudi memberikan info dengan apa dan bagaimana caranya/lelaku untuk menyatu dengan Nya, tks. Wassalam

     
  16. S4LIK

    5 Desember 2011 at 11:41 AM

    Mathurnuwun Mas 4_rdhi_4, Pencerahan yg Masuk dan ya..Cerah, Insyaalah barokah buat saya dan yg lain.
    Salam hormat kpd Ki Dalang C.K, juga para Sepuh Kampus.
    W.w.w

     
  17. abdullah...(sahru siam)

    7 Desember 2011 at 12:14 PM

    smga kta smua bisa mencapaix…
    Oh sekar jempina….

     
  18. abdullah...(sahru siam)

    7 Desember 2011 at 12:20 PM

    salam sungkem buat mbah jabar…
    oh ya mksutx paling lama satu tahun melakukan kotemplasi itu pa mbah jabar….

    Km ardhi kok g muncul ya…
    Kira2 semedi paling baik tu pa da waktu2 n motede kusus….

     
  19. 4 _r d h i_ 4

    7 Desember 2011 at 5:07 PM

    KGmas Abdullah yang dirahmati allah
    selama napas masih turun naik—itulah waktu yg terbaik selagi kita masih di alam dunia ini—
    klau udh terbujur kaku—udh tdk sempat lagi

     
  20. 4 _r d h i_ 4

    7 Desember 2011 at 5:10 PM

    SEMEDI=Selalu Mengingati Diri—

    Siapakah diri ini–???
    untuk apa ada diri ini—???
    mau kemana diri ini—???
    apa yang akan di bawa diri ini—???

     
  21. warisun

    13 Desember 2011 at 2:03 PM

    yy berbahagia 4 ridh 4,postingannya sangat bagus.menambah pengetahuan saya yang sedang mencari diri.walaupun masih mumet.tapi pengetahuan seperti ini jarang orang yg tahu.terima
    Kasih banyak atas sharenya

     
  22. wardono

    15 Desember 2011 at 1:03 PM

    mendapat pencerahan.maturnuwun.mugi sedoyo gesang tansah wilujeng

     
  23. ijal

    5 Januari 2012 at 6:01 PM

    bila manusia sudah bersatu dengan allah/tuhan yang ad tinggalah kita saling mengasihi’menyayangi sesama mahluk hidup

     
  24. gandrung

    11 Januari 2012 at 4:01 PM

    Assalamu’alaikum…salam sejahtera para pinisepuh n para sedulur smuanya d kampus ini,artikel yg d postingkan sngt bgus n smoga brmanfaat bgi para sedulur smuanya.klo qta sering brdzikir d dlm hati aplgi smbil bermeditasi d dlm hati akan mnimbulkan perasaan tenang n damai,ini sbuah kisah yg prnh sy alami d dlm brdzikir smbil meditasi/manekung d prlihatkan kebesaran Allah swt,wktu itu sy hbs mlksnakan shalat tahajud,stlh brdoa lalu sy niatkan meditasi smbil brdzikir d dlm hati,krn mngkn saking khusyuknya dlm brdzikir d dlm hati,tanpa trasa sukma sy bs lepas dr raga sy.Subhaanallah…tiba2 sy sdh berada d angkasa d prlihatkan kebesaran Allah swt,sy bs mlht planet bumi ini dr angkasa yg d selimuti lapisan atmosfer n sy bs mlht melihat benda2 langit yg melintas di dpn sy,benda2 trsbt memancarkan cahaya brwarna warni indah skali,n jg mlht bintang2 n planet lainnya,pdhl wktu itu sy tdk ada niatkan utk meraga sukma tp trnyata sukma tahu2 sukma sy sdh ada d angkasa bs mlht jagad alam raya ini trmsk bumi yg qta huni ini. wktu itu d hati sy trasa tenang n damai skali. Allah swt tlh mmperlihatkan keagunganNYA pd sy. Laa ilaaha illallaah…

     
  25. gandrung

    11 Januari 2012 at 4:05 PM

    Assalamu’alaikum…salam sejahtera para pinisepuh n para sedulur smuanya d kampus ini,artikel yg d postingkan sngt bgus n smoga brmanfaat bgi para sedulur smuanya.klo qta sering brdzikir d dlm hati aplgi smbil bermeditasi d dlm hati akan mnimbulkan perasaan tenang n damai,ini sbuah kisah yg prnh sy alami d dlm brdzikir smbil meditasi/manekung d prlihatkan kebesaran Allah swt,wktu itu sy hbs mlksnakan shalat tahajud,stlh brdoa lalu sy niatkan meditasi smbil brdzikir d dlm hati,krn mngkn saking khusyuknya dlm brdzikir d dlm hati,tanpa trasa sukma sy bs lepas dr raga sy.Subhaanallah…tiba2 sy sdh berada d angkasa d prlihatkan kebesaran Allah swt,sy bs mlht planet bumi ini dr angkasa yg d selimuti lapisan atmosfer n sy bs mlht melihat benda2 langit yg melintas di dpn sy,benda2 trsbt memancarkan cahaya brwarna warni indah skali,n jg mlht bintang2 n planet lainnya,pdhl wktu itu sy tdk ada niatkan utk meraga sukma tp trnyata tahu2 sukma sy sdh berada d angkasa bs mlht jagad alam raya ini trmsk bumi yg qta tempati ini. wktu itu d hati sy trasa tenang n damai skali. Allah swt tlh mmperlihatkan keagunganNYA pd sy. Allahu Akbar…

     
  26. haryati

    21 Januari 2012 at 6:22 AM

    Trima kasih atas materinya smga kita yg membaca dpt melaks dg baik utk mencapai hati,pikiran dan jiwa menyatu dg alam amin

     
  27. campor bawor

    26 Februari 2012 at 6:49 PM

    kosong adalah berisi ..
    berisi adalah kosong…
    bila kita mampu mengosongkan hati kita dari urusan dunia maka dia akan sll hadir untuk mengisinya…salam

     
  28. edi

    12 Mei 2012 at 4:03 PM

    trim’s tuk pecerahanya..

     
  29. tholhe

    22 Mei 2012 at 10:24 PM

    Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuhu
    salam takzim semua
    artikel menarik dan penjabaran yg padat serta bawa pengaruh bhwa seharusnya pengetahuan ini didalami.
    Trima kasih pencerahan’a
    salam

     
  30. tholhe

    1 Juni 2012 at 2:40 PM

    Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuhu
    salam takzim KI
    Pembabaran yang memikat
    salam

     
  31. embercarisumur

    19 Juni 2012 at 8:46 AM

    Salam takzim Ki Guru…
    Nderek ngangsu kaweruh
    Al Fatihah 3x sent.

     
  32. herman

    19 Juni 2012 at 2:51 PM

    makasih atas tambahan Ilmunya
    semoga bermanfaat
    Aamiin….

     
  33. Budi kelono

    6 September 2012 at 10:20 PM

    assalamualaikum…ki dalang cipto kawedar,,mantap tulisan sampean,ini menjawab semua keragu-raguan saya..
    klau ingin daftar jadi BOLO SEJATI..gimana caranya ki..?
    Suwun..

     
  34. terpenjaraRaga

    21 September 2012 at 2:39 PM

    wah…jalan kebahagian dunia…
    ketenangan hati yang hakiki..
    jadi itu kuncinya?

     
  35. budi

    25 September 2012 at 8:50 PM

    mohon ijin mengamalkannya mohon diterima sebagai murid

     
  36. totobendino

    27 Maret 2013 at 7:41 PM

    mohon ijin menyimak

     
  37. andrey yulianto

    22 Agustus 2013 at 7:21 AM

    mohon bimbinganya mas ardi……kalo boleh minta dong emailnya,,,,salam…

     
  38. doni24

    7 Oktober 2013 at 10:00 PM

    Artikel yg luar bsya buat saya,,, terima kasih buat Ki Risang dan tmn2 semua…slm kenal yaaa…:D

     
  39. Rony Nababan

    23 Februari 2014 at 8:39 PM

    sangat masuk akal apa yg telah aqi beberkan,,,saya ini seorang pemula meditasi dzikir,artikel ini sangat membantu saya dlm memahami apa yg di namakn meditasi dzikir,,,t/kasih…

     
  40. adi putra

    26 Maret 2014 at 11:14 AM

    sugeng siank
    saluuut bwt dosen ”
    d universitas ini
    yg sudi meluang wkt,tenaga,pkiran
    Bwt mncerahkn orng lain
    N tnp pamrih apapun

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 830 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: