RSS

BIOGRAFI GRAND MASTER AMR “SYEIKH KHOLIL BANGKALAN

01 Jun

BIOGRAFI GRAND MASTER AMR “SYEIKH KHOLIL BANGKALAN”

Oleh: WONG MBOHOL  – Arek Tanjung Kodok Lamongan

farid_bionet@yahoo.co.id

Berikut kami sajikan biografi (riwayat hidup) Syeikh Kholil Bangkalan bagi Bolo Sejati sekalian terutama para praktisi Asma’ Mahkota Rajeh (AMR) yang konon warisan dari beliau dengan harapan kita semua dapat mengambil hikmah dari artikel di bawah ini :
Biografi Syekh Kholil Bangkalan
Kiai Kholil lahir pada hari Selasa, 11 Jumadil Akhir 1235 H di Bangkalan Madura. Ayahnya bernama Abdul Latif bin Kiai Harun bin Kiai Muharram bin Kiai Asrol Karomah bin Kiai Abdullah bin Sayyid Sulaiman. Sayyid Sulaiman ialah cucu Sunan Gunung Jati. Oleh karena itu beliau sangat mengharap dan mohon kepada Allah SWT agar anaknya menjadi pemimpin umat serta mendambakan anaknya mengikuti jejak Sunan Gunung Jati.

Setelah tahun 1850 Kiai Kholil muda berguru kepada Kiai Muhammad Nur di Pesantren Langitan Tuban, kemudian untuk menambah ilmu dan pengalaman beliau nyantri di Pesantren Cangaan Bangil, Pasuruan. Dari sini pindah lagi ke Pesantren Keboncandi Pasuruan. Selama di Keboncandi beliau juga berguru kepada Kiai Nur Hasan di Sidogiri, Pasuruan. Selama di Keboncandi, beliau mencukupi kebutuhan hidup dan belajarnya sendiri dengan menjadi buruh batik, agar tidak merepotkan orang tuanya, meskipun ayahnya cukup mampu membiayainya.

Kemandirian Kiai Kholil nampak ketika beliau berkeinginan belajar ke Makkah, beliau tidak menyatakan niatnya kepada orang tuanya apalagi minta biaya, tetapi beliau memutuskan belajar di sebuah pesantren di Banyuwangi. Selama nyantri di Banyuwangi ini belaiau juga menjadi buruh pemetik kelapa pada gurunya, dengan diberi upah 2,5 sen setiap pohon, upah ini selalu ditabung.

Tahun 1859 ketika berusia 24 tahun Kiai Kholil memutuskan untuk berangkat ke Makkah dengan biaya tabungannya, tetapi sebelum berangkat oleh orang tuanya Kiai Kholil dinikahkan dengan Nyai Asyik. Di Makkah beliau belajar pada syekh dari berbagai madzhab di Masjidil Haram, tetapi beliau lebih banyak mengaji kepada syekh yang bermadzhab Syafi’i.

Sepulang dari Tanah Suci, Kiai Kholil dikenal sebagai ahli fiqih dan thoriqot yang hebat, bahkan ia dapat memadukan kedua ilmu itu dengan serasi dan beliau juga hafidz (hafal Al-Quran 30 juz). Kiai Kholil kemudian mendirikan pesantren di Desa Cengkebuan.

Setelah puterinya yang bernama Siti Khotimah dinikahkan dengan keponakannya sendiri Kiai Muntaha, pesantren di Desa Cengkebuan itu diserahkan kepada menantunya. Sedangkan Kiai Kholil sendiri mendirikan pesantren di Desa Kademangan, hampir di pusat kota sekitar 200 m sebelah barat alun-alun Kota Bangkalan. Di pesantren yang baru ini beliau cepat memperoleh santri. Santri yang pertama dari Jawa tercatat nama Hasyim Asy’ari dari Jombang.

Pada tahun 1924 di Surabaya ada sebuah kelompok diskusi yang bernama Tashwirul Afkar yang didirikan oleh seorang kiai muda Abduk Wahab Hasbullah. Dalam perkembangannya, ketika Kiai Wahab Hasbullah beserta Kiai Hasyim Asy’ari bermaksud mendirikan jam’iyah, Kiai Kholil memberikan restu dengan cara memberikan tongkat dan tasbih melalui Kiai As’ad kepada Kiai Hasyim Asy’ari.

Pada tanggal 29 Romadlon 1343 H dalam usia 91 tahun, karena usia lanjut belaiu wafat. Hampir semua pesantren di Indonesia yang ada sekarang masih mempunyai sanad dengan pesantren Kiai Kholil. (dari berbagai sumber)

Pengirim : WONG MBOHOL
Arek Tanjung Kodok Lamongan

About these ads
 
16 Komentar

Posted by pada 1 Juni 2011 in ARTIKEL

 

16 responses to “BIOGRAFI GRAND MASTER AMR “SYEIKH KHOLIL BANGKALAN

  1. uttama adhikari

    1 Juni 2011 at 10:50 AM

    PERTAMAX

     
  2. uttama adhikari

    1 Juni 2011 at 10:57 AM

    nyimak, @wong mblhol, salam kenal.

     
  3. uttama adhikari

    1 Juni 2011 at 11:00 AM

    nyimak, @wong mblhol, salam kenal. Salam hormat kpd para sesepuh dan salam salim kpd smua bolo sejati.

     
  4. uttama adhikari

    1 Juni 2011 at 11:03 AM

    Semoga berkah Alloh mengalir dlm silaturohmi ini.

     
  5. Ki Ageng JJ

    1 Juni 2011 at 11:31 AM

    @WONG MBOHOL : mantab ki…..
    monggo lanjut

     
  6. SI:GEDIG:BONDOWOSO

    1 Juni 2011 at 12:34 PM

    absen siang sambil nyimak…..
    salam kenal @KM WONG MBOHOL..

     
  7. fredysyifa

    1 Juni 2011 at 1:03 PM

    mantab,,,

     
  8. sanggu

    1 Juni 2011 at 7:08 PM

    ijin nyimak… Monggo di lanjut…

     
  9. syautan

    1 Juni 2011 at 7:23 PM

    hadir,ngedeprok ikut nyimak.

     
  10. hassan as'ad

    1 Juni 2011 at 7:36 PM

    assalamualaikum, wah.. mantap ki,, monggo dipon lanjut

     
  11. SI:GEDIG:BONDOWOSO

    1 Juni 2011 at 7:40 PM

    SALIM @KM hassan as`ad

     
  12. asgar

    1 Juni 2011 at 9:20 PM

    absen…selamat malam para guru ….para sesepuh bolosejati ikut nyantri disini…

     
  13. m@ning

    1 Juni 2011 at 9:23 PM

    absen mlm

     
  14. denwiek

    1 Juni 2011 at 10:08 PM

    Saking terkenal dan tawadhunya beliau, sampai2 banyak ulama jaman dulu mengatakan, jika sampeyan berwasilah-lah dengan beliau. mudah2an alloh swt cepat mengijabah do’a kita. Hanya alloh yang mengetahui. semoga arwah beliau diberikan kedudukan yang tinggi disisi alloh swt … aamin.

     
  15. Ki Abduljabbar

    1 Juni 2011 at 10:40 PM

    Amin ya Rabb alamin ….

     
  16. wong mbohol

    6 Juni 2011 at 3:24 PM

    @ki abdul jabbar: matur suwun atas dipostingnya artikel tsb….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 780 pengikut lainnya.