RSS

ILMU SPIRITUAL ASMA’ SIRR

22 Mei

ILMU SPIRITUAL ASMA’ SIRR

            Mengambil dari blog rasasejati Ki Umar Yogya, Asma’ Sirr dika-rang oleh Syekh Sulthan Muraahiddin Gusti Amat. Maka sebelum mem-bacanya disarankan untuk membaca tawasulan terlebih dahulu. Kandu-ngan maknanya sangat mendalam, menembus alam ma’rifat, untuk meningkatkan kualitas spiritual pemiliknya. Khasiatnyapun sungguh sangat luar biasa. Saya pribadi sangat bersyukur telah mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat ini. Selain sebagai ilmu pagar diri dari segala marabahaya Asma’ Sirr dapat memunculkan berbagai daya linuwih yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan keparanormalan seperti trawangan alam gaib, mengisi energi gaib kedalam suatu benda, sabda jadi, puter mimpi dan lain-lain.

TATA LAKUNYA:

1. Sholat hajat 2 raka’at.

2. Istighfar dan sholawat nabi masing-masing 71x.

BACA KALIMAH KUNCI HIKMAH:

a. Syahadat 3x (tanpa nafas)

b. Sholawat nabi 3x (tanpa nafas)

c. Istighfar 3x (tanpa nafas)

d. Hawkalah 3x (tanpa nafas) (laa hawla wala dst.)

e. Doa nabi yunus 3x (tanpa nafas) (laailahailaa anta subhanaka dst.)

f. Ya allah Ya qodim 3x (tanpa nafas)

Tawassul seperti biasa, ditambahkan Dzikir tanpa hitungan sampai terasa rasa kusyu:

1. Ila hadrotin nabiyil Mustafa Muhammadin s.a.w.

2. Wa ila hadroti khulafatur rosyidin sayidina Abi bakrin wa Umaro wa Usman wa Ali radyallahu.

3. Summ ila hadroti jamiil malaikati muqorrobin wa qoribiyun

sayidina Jibril, Mikail, Isrofil, Izroil as.

4. Wa ila hadroti nabi Khidlir as.

5. Wa ila hadroti sultonil aulyai sayidina syeh Abdul Qodir Jailani ra.

8. Wa ila hadroti man ajazani wa syehihi wa masyayihihi.

9. Wa ila ruuhi abbi… wa ummi….

10. Wa ila ruuhi Syekh Sulthan Muraahiddin Gusti Amat.

BISMILAHHIRROHMANIRROHIM

SIRRULLAAHI DZAATULLAAHI SHIFAATULLAAHI

WUJUUDULLAAHI AF’ALULLAAHI.

LAAILAAHA ILLAALLAAH MUHAMMADUR RASUULULLAHI.

SALAAMAMUN  QAWLAM MIRRABBIRRAHIIM

WAMTAAZUL YAWMA AYYUHAL MUJRIMUUN

ASMA SIRR VERSI YANG LAIN:

Asma’ Sirr (Rahasia) menyimpan misteri spiritual yang men-dalam. Saya juga terbantu dengan ijazah yang diberikan oleh Ki Dividi untuk Asma Sirr versi yang lain yang memiliki kekuatan yang besar pula. Adapun tata caranya adalah sbb:

Tawasulnya:
Tawassul spt biasa yang disebutkan di atas, Dzikir tanpa hitungan sampai terasa rasa kusyu, ditambahkan:

10.Wa ila khusuzon Askhabul Kahfi.

 Bismillahirrohmanirrohiim

”SIRRULLOH, DZAATULLOOH, SHIFATULLOOH, WUJUDILLAH, AF’ALULLOOH, LAA ILAAHA ILLALLOOH MUHAMMADARROSULULLOOH. ALLOHUL KHAAFII, WAAJIDUL KHAAFII, RUH KHAAFII KHAAFII, NI’MATUL KHAAFII, ROHMATUL KHAAFII,

BIROHMATIIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN.

silahkan di amalkan sehabis sholat fardlu 7x atau sebanyak-banyaknya sesuai kemampuan ke-kusyu-anya. kunci dari asma’ ini adalah pada kebersihan hati, pengendalian ego, serta berbuat baik pada seluruh mak-hluk (manusia, jin, hewan, tanaman, alam sekitar), karena tanpa itu semua seorang pejalan spiritual hanya terhenti dan menjadi sebatas pembaca amalan saja, karena berkembangya tingkat spiritual kita itu bukan karena bertambahnya/banyaknya amalan-amalan tingkat tinggi yg kita amalkan, melainkan karena olah laku kerohanian dan kebersihan hati yg selalu kita tingkatkan, dan hal ini merupakan fitrah manusia sebagai mahkluk yang RAHMATAN LIL ALAMIN, sudah sepantasnya menjadi mahkluk yang saling mencintai.

KANDUNGAN ASMA’ SIRR

            Ini adalah tentang ajaran sadar ma’rifat. Sirrullah (rahasia Allah). Siapa Allah? Yang tahu hanya DIA sendiri. Allah Maha Batin (ghaib), Maha Halus (Lathiifu), Tidak dapat dicapai dengan pengelihatan mata. Namun nurani manusia dpt merasakan kehadirannya Kehadiran kasih sayang-NYA, kehadiran keagungan-NYA. Untuk mengenal Allah harus menempuh jalan ma’rifat (ma’rifatullah). Apa ma’rifa-tullah itu?

            Ma’rifatullah sulit didefinisikan, Begitu luas caku-pan yang harus diraih, Begitu banyak unsur-unsur yang harus dipilih, Begitu beragam pengertian yang tumpang tindih, Secara sederhana ma’rifatullah dapat diartikan: “MENGENAL ALLAH”. Para muhaqqiqin (orang-orang yang mendalami ilmu ha-kekat) mengartikannya sebagai : KETETAPAN HATI MEMPERCAYAI DZAT YANG WAJIB WUJUD (ALLAH) YANG MEMILIKI SEGALA KESEMPUR-NAAN”.

Ma’rifatullah atau “mengenal Allah” wajib hukumnya bagi setiap mukmin, Setiap insan harus mengenal Allah, mengenal Penciptanya, Sumber dan muara dari segala sesuatu yang ada, Sumber dan muara terjadinya alam semesta. Pada hakekatnya tiada yang mengenal Allah kecuali hanya Allah sendiri. Barang siapa yang mengenal Allah, sesung-guhnya itu merupakan rahmat yang dilimpahkan Allah kepada dirinya.

Untuk menjelaskan kandungan maknanya saya banyak terbantu dari prosa DR.H.Tohari.M.Semoga dalam bentuk sajak ini lebih mudah dipahami.

Dalam Asma’ sirr menyimpan 4 jenis ma’rifat:

 Pertama, ma’rifatudzdzat (mengenal dzat Allah – Dzatullahi). Ini bagian yang tidak tercapai oleh insan, Bagian khusus yang merupakan hak Tuhan. Pikir manusia tidak mungkin menca-painya. Akal manusia tidak mungkin menggapainya. Nabi Muham-mad s.a.w bersabda:

Berpikirlah kalian tentang makhluk Allah, jangan sekali-kali berpikir tentang dzat Allah, karena sungguh kamu tidak akan mampu memenuhi kadarnya”. Asma’nya: ALLAH

 Kedua, ma’rifatus-sifat (mengenal sifat-sifat Allah – Sifatullahi). Dengan mendalami makna Asmaul husnah, Insan menjadi mengenal sifat-sifat Allah. Mengenal sifat-sifat kesempurnaan Allah. Insan hendaknya bera-khlak dengan sifat keutamaan-NYA. Tentu saja dalam batas kemampuan kemanusiaannya.

Asma’nya:

Al-Ahad, Allah Maha Tunggal (Esa)

Al-Awwalu, Maha Awal tanpa permulaan
Al-Akhiru, Maha Akhir tanpa pungkasan,

Al-Hayyu, Maha hidup
Al-Jabbar, Maha Perkasa

Ar-Rahman, Maha Pengasih
Al-Wadud, Maha Mencintai hamba-Nya

Ketiga, ma’rifatul-wujud (mengenal wujud Allah–Wujudullahi). Allah itu wujud (ada). Namun wujud Allah itu tidak mungkin terjangkau oleh otak manusia. Tidak mungkin terbayangkan khayal manusia “laisa kamitslihi syaitu” firman Allah; “(Allah) tidak serupa dengan apapun juga”. Apapun yang bisa dibayangkan sebagai Allah, maka itu bukan Allah, (Maha Besar Allah). Apapun yang bisa dilukiskan sebagai Allah pasti itu bukan Allah, (Maha Suci Allah).

Siti Aisyah ra, istri Rasul, berkata: “man khaddat-saka anna Muhammadan s.a.w, ro-a rabbahu fa qad kadzaba” “barangsiapa menceritakan kepadamu bahwa Muhammad telah melihat Tuhannya (pada waktu mi’raj) maka dustalah ia. Bersabda Rasulullah Muhammad Saw: “wa qad ro’aitu nuron, anna anahu”, Artinya “dan sungguh saya melihat cahaya, bagaimana mungkin saya melihat-Nya (Tuhan)”. “subha-naka, ma’arafnaka haqqa ma’rifataka”, “Maha Suci Tuhan, tidaklah kami dapat mengenal-MU dengan pengenalan yang setepat-tepatnya”.

Asma’nya:
Al-Bathin, Maha Ghaib

Al-Lathiifu, Maha Lembut/halus
Az-Zhahir, Maha Nyata

Keempat, ma’rifatul-af’al (mengenal karya-karya Allah – Af’alullahi), Melalui Asma-ul Husna, Allah memanifestasikan karya-karya-NYA. Me-nampakkan af’alnya yang maha hebat, tergelar di permukaan seluruh jagad raya tersusun rapi dalam organ tubuh manusia. Jagad besar (makrokosmos), jagad kecil (mikrokosmos) Karya tercanggih yang tak ada bandingannya, suatu bukti kebesaran Allah tiada taranya bagi yang bisa membaca rahasia alam semesta, kebesaran Allah nampak jelas, nampak nyata.

 Asma’nya:
Al-Khalik, Maha Pencipta

Al-Muhyi, Maha Menghidupkan

Al-Mumit, Maha Mematikan

Al-Jami’, Maha Mengumpulkan
An-Nur, Sang Pemilik Cahaya

Al-Ghaniyyu, Maha Kaya

Esensi ma’rifatullah adalah kesadaran, kesadaran yang dibimbing hidayah Tuhan. Kesadaran insan sebagai makhluk hamba Allah, mengha-ruskan diri berupaya mengenal Allah. Karena kesadaran menentukan eksistensi manusia, tanpa kesadaran orang hidup tak akan sempurna. Kesadaran ma’rifatullah antara lain:

Adalah Kesadaran akan eksistensi Allah, Bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah. LAA ILAAHA ILLAALLAHU

  1. Kesadaran posisi insan dihadapan Allah.
  2. Kesadaran akan kewajiban insan.
  3. Kesadaran sikap batin insan.

Tanpa kesadaran ma’rifat, hidup manusia niscaya hampa. Tanpa kesadaran ma’rifat, ibadahnya dusta belaka. Mengkaji ma’rifat harus ekstra hati-hati, Jangan sampai terperosok kesalahan definisi. Agar benar, lurus, sesuai ajaran ilahi Maka harus berdasarkan Al-Quran dan Sunnah Nabi. Karena Nabi Muhammad s.a.w adalah utusan ilahi; MUHAMMADUR RASULULLAH. Bila kesadaran sudah membuka pintu ma’rifat, Air telaga ma’rifat niscaya mengalir membawa rahmat. Bila kesadaran sudah menempuh jalan ma’rifat, Hidup menjadi lurus menuju Allah As-Somad. Kelak akan disambut di akherat:

 “SALAAMUN QAWLAM MIRRABBIRRAHIIM,

WAMTAAZUL YAWMA AYYUHAL MUJRIMUUN”

 “(kepada mereka dikatakan): “Salam sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): “Berpisahlah kamu sekalian (dari orang-orang mukmin) pada hari itu, hari orang-orang yang berbuat jahat.”

Itulah kandungan Asma’ Sirr yang menyimpan ajaran sadar ma’rifat yang harus kita amalkan.

About these ads
 
53 Komentar

Ditulis oleh pada 22 Mei 2011 in IJASAH UMUM

 

53 responses to “ILMU SPIRITUAL ASMA’ SIRR

  1. Danny

    20 September 2014 at 2:39 AM

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Qobiltu, mohon ijin mengamalkannya ki

     
  2. ruimanuel123

    1 Oktober 2014 at 8:02 PM

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    mohon ijin
    mengamalkannya
    Qobiltu…alfatiha

     
  3. fahrozi salman

    19 Oktober 2014 at 12:02 PM

    Izin mengamalkannya

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 840 pengikut lainnya.